Loading...
Selasa, 26 Agustus 2014

Karya Tulis Ilmiah ke Bali

Objek Wisata di Bali
Disusun Guna Memenuhi Tugas Mata Pelajaran Bahasa Indonesia
Kelas XII IPA


Disusun Oleh :
Nama                 : Mita Nurhasanah
NIS/No. Absen : 4049/017
Kelas                  : XII IPA 1




SMA NEGERI 1 PURWANTORO

2014/2015


PENGESAHAN
            Karya tulis ini diajukan dan disetujui oleh pembimbing dan disahkan oleh kepala SMA Negeri 1 Purwantoro pada :
            Hari             :
            Tanggal       :

                                                                    Mengetahui :

            Pembimbing I                                                                                Pembimbing II


       Andi Prasetya, S.Pd                                                                 Wahyaning Prihastuti, S.Pd
NIP: -                                                                                            NIP: -


Mengesahkan :
Kepala SMA Negeri 1 Purwantoro


Drs. Susilo Joko Raharjo,M.Pd
NIP. 19660626 199403 1 009
MOTTO
v  Jika kamu punya ide maka satukan tekad untuk melakukannya,sebab rusaknya ide karena keraguan semata.
v  Iradah/kemauan/tujuan hidup bisa mengecilkan orang besar dan membesarkan orang kecil.
v  Man jada wa jadda
v  Never give up


PERSEMBAHAN










Karya Tulis ini dibuat untuk dipersembahkan kepada:

1.      Ayah,Ibu dan kakak tercinta yang selalu memotivasiku
2.      Bapak Drs. Susilo Joko Raharjo,M.Pd selaku kepala SMA N 1 Purwantoro
3.       Bapak guru,ibu guru dan staf tata usaha SMA N 1 Purwantoro
4.      Teman-teman seperjuangan
5.      Adik-adik kelas X dan XI
6.      Pembaca yang budiman


KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena dengan pertolonganNya kami dapat menyelesaiakan karya ilmiah. Meskipun banyak rintangan dan hambatan yang kami alami dalam proses pengerjaannya, tapi kami berhasil menyelesaikannya dengan baik.
Tak lupa kami mengucapkan terimakasih kepada  bapak / ibu guru sebagai pembimbing yang telah membantu kami dalam mengerjakan proyek ilmiah ini. Kami juga mengucapkan terimakasih kepada teman-teman yang juga sudah memberi kontribusi baik langsung maupun tidak langsung dalam pembuatan karya ilmiah ini.Tentunya ada hal-hal yang ingin kami berikan kepada adik – adik kelas dari hasil karya ilmiah ini. Karena itu kami berharap semoga karya ilmiah ini dapat menjadi sesuatu yang berguna bagi kita bersama.Semoga karya ilmiah yang kami buat ini dapat membuat kita mencapai kehidupan yang lebih baik lagi.
Penulisan karya tulis ini tidak lepas dari bantuan berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis sampaikan banyak terimakasih yang sebesar-besarnya kepada yang terhormat:
  1. Drs. Susilo Joko Raharjo, M.Pd selaku Kepala SMA Negeri 1 Purwantoro.
  2. Bapak Andi Prasetya, S.Pd selaku Pembimbing I.
  3. Ibu Wahyaning Prihastuti, S.Pd selaku Pembimbing 2
  4. Bapak Johan Pangestu Aji, S.Pdi selaku Wali Kelas XI IPA 1.
  5. Bapak dan Ibu guru SMA Negeri 1 Purwantoro yang telah memberikan masukan.
  6. Semua pihak yang telah membantu tesusunnya karya tulis ini.
Semoga bantuan dan kebaikan kalian mendapat pahala dari Allah SWT.
Tiada gading yang tak retak, begitu pula dengan karya tulis ilmiah ini. Penulis menyadari bahwa karya tulis ini jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, segala kritik serta saran yang membangun dari para pembaca akan penulis terima dengan lapang hati sehingga bisa menjadi sebuah pelajaran bagi penulis agar kelak penulis dapat membuat dengan lebih baik lagi.
Penulis berharap semoga Karya tulis ini dapat bermanfaat bagi pembaca, Terutama bagi adik-adik kelas X dan XI yang akan meneruskan jejak kami.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                      

                                                           Purwantoro, Juli 2014
Penulis


DAFTAR ISI

Halaman Judul
Halaman Pengesahan………………………………….....................................................i
Motto…………………………………………………………………………………….ii
Persembahan……………………..................................................................................iii
Kata Pengantar……………………………………………………………...................iv
DaftarIsi……………………………………………………………………….................v

BAB  I       PENDAHULUAN
1.      Latar Belakang ………………………………….…….……................................1
2.      Rumusan Masalah ……………………….............................................................1
3.      Tujuan Penulisan …………………………...…………………….……………...1
4.      Manfaat Atau Kegunaan Penulisan …………………………….……..............2
5.      Teknik Pengumpulan Data ………………………………………….…………...2
6.      istematika Penulisan  …………………………………….....................................2
7.      Jadwal Keberangkatan……………………………………………….…………...2

BAB II      PEMBAHASAN

A.     RAGAM BUDAYA BALI………………………………………………………6
1.      Rumah Adat………………………………………………………………………8
2.      Kesenian Bali……………………………………………………………….…….8
3.      Bahasa………………………………………………………….…………………9
4.      Pakaian………………………………………………………….………………...9
5.      Upacara…………………………………………………………………………..10

BWISATA MENARIK DI BALI………………………………………………….13
1.      Istana Kepresidenan Tampaksiring……………………………………………….14
2.      Pantai Kuta …………………………………………………………..………......17
3.      Pantai Pandawa…………………………………………………………………..17
4.      Pantai Sanur……………………………………………….…..…................18         
5.      Tanjung Benoa........................................................................................................20
6.      Danau Bedugul…………………………………………………….......................20
7.      Museum Perjuangan Rakyat Bali............................................................................21
8.      Tari Barong.............................................................................................................22
9.      Pujamandala............................................................................................................23
10.  Jalan Tol Tengah Laut……………………………………………………………24

C.       CINDERAMATA…………………………………………………………….24
1.      Joger………………………………………………………………………………24
2.      Pasar Seni Sokawati ……………………………………………………………...25
3.      Cening Bagus..........................................................................................................25
4.      Karang Kurnia ………………………………………………………………........26

BAB III    PENUTUP
1.      Simpulan…………………………………………………..........................................28
2.      Saran………………………………………………………………….........................    15

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN FOTO


BAB I
PENDAHULUAN

A.     Latar Belakang
Indonesia merupakan salah satu Negara kepulauan yang memiliki banyak tempat pariwisata menarik dan unik yang pantas untuk di kunjungi. Ragamnya keindahan alam dan budaya di Indonesia bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan asing maupun lokal. Salah satu tujuan wisata yang kaya akan keindahan alam dan budaya yang ada di Indonesia adalah Bali. Bali merupakan tujuan wisata favorit tidak saja di Indonesia, tapi seluruh dunia. Sebagai daerah tujuan wisata, Bali konsisten menempatkan sektor pariwisata sebagai sektor andalan. Pengembangan industri pariwisata di Bali secara umum menerapkan konsep Pariwisata Budaya, yang secara implisit memasukkan misi menumbuh suburkan kebudayaan Bali dalam setiap kegiatan pengembangannya. Di lain pihak, kepariwisataan telah menjadi salah satu industri yang memberikan dampak besar terhadap pertumbuhan perekonomian Bali. Seperti tercermin dalam komposisi penyumbang pertumbuhan perekonomian Bali, sektor perdagangan, hotel, dan restoran selalu menjadi sektor andalan Provinsi Bali. Sehingga tidaklah salah untuk dikatakan bahwa tingkat perekonomian Bali sangat bergantung pada pengembangan pariwisata yang berkelanjutan.

B.     Rumusan Masalah
1.      Bagaimana Ragam Budaya di Bali?
2.      Apa yang menjadi daya tarik tempat wisata di Bali?


C.     Tujuan Penulisan
1.      Untuk mengetahui Ragam Budaya di Bali.
2.      Untuk mengetahui Objek Wisata Menarik yang ada di Bali.


D.     Manfaat Atau Kegunaan Penulisan
Sejalan dengan tujuan penulisan laporan karya tulis ini, maka ada beberapa manfaat dan kegunaan baik untuk penulis sendiri maupun untuk pihak lain. Diantaranya adalah:
1.      Kegunaan teoritis
Hasil dari penulisan laporan karya ilmiah ini dapat digunakan untuk menambah wawasan dan pengetahuan mengenai Ragam Kebudayaan Dan Objek Wisata yang ada di Indonesia khususnya di Bali.
  1. Kegunaan praktis
a.                   Mengembangkan dan meningkatkan wawasan bagi penulis seputar bidang yang ditekuni.
b.                  Meningkatkan daya pikir penulis guna pembentukan wacana berfikir.

E.     Metodologi Penulisan
Metode penulisan yang digunakan dalam menyusun karya ilmiah ini berupa:
1.      Obervasi yaitu dengan melakukan pengamatan secara langsung di Pulau Bali yang dilaksanak pada tanggal 15-19 Juni 2014.
2.      Studi Pustaka yaitu dengan mencari dan mengumpulkan sumber bacaan atau informasi yang berkaitan dengan Ragam Budaya dan Wisata yang ada di Bali. Baik dari buku atau media cetak maupun media elektronik seperti internet.
F.    Jadwal keberangkatan
            Minggu, 15 Juni 2014
Ø  Pukul 07.20 WIB : Berangkat dari rumah.
Ø  Pukul 07.45 WIB : Siswa sudah berkumpul di halaman sekolah untuk apel dan diberi pengarahan.
Ø  Pukul 09.10 WIB : Bus berangkat ke Bali.
Ø  Pukul 11.30 WIB : Makan siang di rumah makan Surya, kemudian sholat dzuhur dan ashar di jamak.
Ø  Pukul 12.45 WIB : Bus melanjutkan perjalanan
Ø  Pukul 17.42 WIB : Makan malam di rumah makan Rahayu
Ø  Pukul 18.30 WIB   : Bus melanjutkan perjalanan
Ø  Pukul 23.15 WIB   : Tiba di pelabuhan Ketapang
Senin, 16 Juni 2014
Ø  Pukul 01.23 WIB   : Rombongan menyebrang
Ø  Pukul 01.23 WIB   : Rombongan menyebrang
Ø  Pukul 02.24 WITA : Tiba di Pelabuhan Gilimanuk
Ø  Pukul 06.02 WITA : Tiba di masjid Al-ikhsan untuk melaksanakan solat subuh
Ø  Pukul 06.48 WITA : Menuju pantai sanur
Ø  Pukul 07.30 WITA : Meninggalkan pantai sanur dan menuju hotel
Ø  Pukul 09.00 WITA : Tiba di hotel, sarapan dan mandi
Ø  Pukul 09.30 WITA : Menuju Tanjung Benoa
Ø  Pukul 11.02 WITA : Tiba di Tanjung Benoa
Ø  Pukul 12.06 WITA : Meninggalkan Tanjung Benoa
Ø  Pukul 12.38 WITA : solat dzuhur yang di jamak dengan azhar
Ø  Pukul 13.59 WITA : Tiba di Pantai Pandawa
Ø  Pukul14.40 WITA : Menuju ke Pantai Kuta
Ø  Pukul 16.30 WITA : Tiba di Pantai Kuta
Ø  Pukul 18.00 WITA : Menuju Pusat Perbelanjaan Karang Kurnia
Ø  Pukul 18.20 WITA : Tiba di Pusat Perbelanjaan Karang Kurnia
Ø  Pukul 19.20 WITA : Menuju Hotel
Ø  Pukul 20.15 WITA : Tiba di hotel lalu makan malam dan istirahat

Selasa, 17 Juni 2014
Ø  Pukul 05.10 WITA : Bangun,mandi dan Sholat Subuh
Ø  Pukul 06.40 WITA : Sarapan Pagi di Hotel
Ø  Pukul 07.00 WITA : Berangkat menuju Tari Barong
Ø  Pukul 07.30 WITA : Tiba di Tari Barong
Ø  Pukul 10:00 WITA : Berangkat menuju Tampak siring
Ø  Pukul 10.57 WITA : Tiba di Tampak siring
Ø  Pukul 12.06 WITA : Menuju Cening Bagus
Ø  Pukul 12.50 WITA : Tiba di Cening Bagus lalu makan siang
Ø  Pukul 14.05 WITA : Meninggalkan Cening Bagus
Ø  Pukul 15.40 WITA : Tiba di Museum Bajra Sandi
Ø  Pukul 16.20 WITA : Menuju Pasar Seni Sukowati
Ø  Pukul 16.58 WITA : Tiba di Pasar Seni Sukowati
Ø  Pukul 19.00 WITA : Menuju Hotel
Ø  Pukul19.30 WITA : Tiba di Hotel, persiapan Sholat dan makan malam
Ø  Pukul 20.30 WITA : Tidur malam
Rabu, 18 Juni 2014
Ø  Pukul 05.10 WITA : Bangun, persiapan mandi dan Sholat Subuh
Ø  Pukul 06.15 WITA : Makan Pagi di Hotel
Ø  Pukul 07.00 WITA : Berangkat menuju Joger
Ø  Pukul 08.45 WITA : Tiba di Joger
Ø  Pukul 09.55 WITA : Menuju Danau Bedugul
Ø  Pukul 12.05 WITA : Tiba di Danau Bedugul dan makan siang
Ø  Pukul 13.00 WITA : Perjalanan pulang menuju Purwantoro
Ø  Pukul 16.00 WITA : Tiba di Pelabuhan Gilimanuk
Ø  Pukul 16.45 WITA : Tiba di Pelabuhan Ketapang
Ø  Pukul  WITA : Makan malam
Kamis, 19 Juni 2014

Ø  Pukul 05.00 WIB : Sampai di sekolah SMA N I Purwantoro
Ø  Pukul 05.45 WIB : tiba dirumah












BAB II
PEMBAHASAN

A.      Ragam Budaya Bali
Bali adalah nama salah satu provinsi di Indonesia dan juga merupakan nama pulau terbesar yang menjadi bagian dari provinsi tersebut. Selain terdiri dari Pulau Bali, wilayah Provinsi Bali juga terdiri dari pulau-pulau yang lebih kecil di sekitarnya, yaitu Pulau Nusa PenidaPulau Nusa LembonganPulau Nusa Ceningan dan Pulau Serangan.
Bali terletak di antara Pulau Jawa dan Pulau Lombok. Ibukota provinsinya ialah Denpasar yang terletak di bagian selatan pulau ini. Mayoritas penduduk Bali adalah pemeluk agama Hindu. Di dunia, Bali terkenal sebagai tujuan pariwisata dengan keunikan berbagai hasil seni-budayanya, khususnya bagi para wisatawan Jepang dan Australia. Bali juga dikenal dengan sebutan Pulau Dewata dan Pulau Seribu Pura.
Luas wilayah Provinsi Bali adalah 5.636,66 km² atau 0,29% luas wilayah Republik Indonesia. Secara administratif Provinsi Bali terbagi atas 9 kabupaten/kota, 55 kecamatan dan 701 desa/kelurahan.
Dengan populasi sebanyak 3.890.000 juta jiwa tahun 2010, masyarakat Bali merupakan penganut agama Hindu terbanyak. Sebanyak 93,18 % masyarakatnya menganut agama Hindu Bali, sementara sisanya memeluk agama Islam, Kristen, dan Budha.
Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia.
Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai "kultur" dalam bahasa Indonesia.
Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit,termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas,pakaianbangunan, dan karya seni. Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis.
Bali merupakan tempat wisata bahari yang menyenangkan mulai dari olah raga modern seperti menyelam, berlayar, arung jeram dan selancar yang dapat dinikmati oleh ribuan wisatawan setiap tahunnya. Inilah tempat dimana Anda dapat menikmati kehidupan mewah dari makanan hingga spa dan pijat yang menjadi puncak kesempurnaan untuk pengalaman berwisata Anda.
Kentalnya budaya yang ada di Bali sangat jelas bisa kita lihat disepanjang jalanan pedesaan maupun perkotaan Bali. Mereka masih melestarikan bangunan-banguna seperti pura dan patung-patung keagamaan sebagai hiasan rumah dan tempat sembahyang. Masyarakat Bali merupakan salah satu masyarakat yang sangat menghormati dan menjunjung tinggi agama dan kepercayaan. Terbukti dengan adanya sesaji yang ada disetiap sudut tempa-tempat di Bali. Bukan hanya tempat yang disucikan seperti pura, namun dipusat perbelanjaan juga masih banyak terdapat sesaji.
Berbarengan dengan peralihan jaman pra sejarah ke jaman sejarah, pengaruh Hindu dari India yang masuk ke Indonesia diperkirakan memberi dorongan kuat pada lompatan budaya di Bali. Masa peralihan ini, yang lazim disebut sebagai masa Bali Kuno antara abad 8 hingga abad 13, dengan amat jelas mengalami perubahan lagi akibat pengaruh Majapahit yang berniat menyatukan Nusantara lewat Sumpah Palapa Gajah Mada di awal abad 13. Tatanan pemerintahan dan struktur masyarakat mengalami penyesuaian mengikuti pola pemerintahan Majapahit. Benturan budaya lokal Bali Kuno dan budaya Hindu Jawa dari Majapahit dalam bentuk penolakan penduduk Bali menimbulkan berbagai perlawanan di berbagai daerah di Bali. Secara perlahan dan pasti, dengan upaya penyesuaian dan percampuran kedua belah pihak, Bali berhasil menemukan pola budaya yang sesuai dengan pola pikir masyarakat dan keadaan alam Bali.
          
Berikut adalah beberapa unsur yang termasuk dalam Budaya Bali :
  1. Rumah Adat
Menurut filosofi masyarakat Bali, kedinamisan dalam hidup akan tercapai apabila terwujudnya hubungan yang harmonis antara aspek pawongan, palemahan, dan parahyangan. Untuk itu, pembangunan sebuah rumah harus meliputi aspek-aspek tersebut atau yang biasa disebut ‘’Tri Hita Karana’’. Pawongan merupakan para penghuni rumah. Palemahan berarti harus ada hubungan yang baik antara penghuni rumah dan lingkungannya.
Pada umumnya,bangunan atau arsitektur tradisional daerah Bali selalu dipenuhi hiasan, berupa ukiran, peralatan serta pemberian warna. Ragam hias tersebut mengandung arti tertentu sebagai ungkapan keindahan simbol-simbol dan penyampaian komunikasi. Bentuk-bentuk ragam hias dari jenis fauna juga berfungsi sebagai simbol-simbol ritual yang ditampilkan dalam patung.
  1. Kesenian Bali
Di Bali terdapat sejenis tarian yang cukup unik, dan dimainkan terutama oleh laki-laki dimana jumlah pemainnya mencapai puluhan atau lebih penari yang duduk berbaris dan melingkar dengan irama tertentu menyerukan suara “cak” sambil mengangkat kedua tangannya. Hal tersebut menggambarkan ketika barisan kera membantu Rama melawan
Rahwana dalam kisah Ramayana.
Kecak berasal dari ritual Sanghyang, yaitu tradisi dimana penarinya akan dalam keadaan tidak sadar karena melakukan komunikasi dengan Tuhan, atau roh para leluhur yang kemudian menyampaikan harapan-harapannya kepada masyarakat. Pada tari kecak tidak menggunakan alat musik dan hanya menggunakan kincringan yang dikenakan pada kaki para penari yang sedang memerankan tokoh-tokoh Ramayana. Sedangkan para penari yang duduk melingkar mengenakan kain kotak-kotak yang melingkari pinggang mereka.
Tari kecak ini di ciptakan pada tahun 1930-an oleh Wayan Limbak dan dengan seorang pelukis Jerman Walter Spies. Mereka menciptakan tari tersebut berdasarkan tradisi sanghyang kuno dan mengambil dari bagian-bagian kisah Ramayana. Tarian ini menjadi populer ketika Wayan Limbak bersama penari Bali-nya tour berkeliling dunia mengenalkan tarian Kecak tersebut. Hingga kini tari kecak menjadi tarian seni khas Bali yang terkenal.

Baberapa jenis kesenian dari provinsi bali :
a.       Tari legong, merupakan tarian yang berlatar belakang kisah cinta Raja dari lasem. Ditarikan secara dinamis dan memikat hati.
b.      Tari Kecak, sebuah tari berdasarkan cerita dan Kitab Ramayana yang mengisahkan tentang bala tentara monyet dari Hanuman dari Sugriwa.
  1. Bahasa
Bali sebagian besar menggunakan bahasa Bali dan bahasa Indonesia, sebagian besar masyarakat Bali adalah bilingual atau bahkan trilingual. Bahasa Inggris adalah bahasa ketiga dan bahasa asing utama bagi masyarakat Bali yang dipengaruhi oleh kebutuhan industri pariwisata. Bahasa Bali di bagi menjadi 2 yaitu, bahasa Aga yaitu bahasa Bali yang pengucapannya lebih kasar, dan bahasa Bali Mojopahit.yaitu bahasa yang pengucapannya lebih halus.
  1. Pakaian
Pakaian adat Bali kalau dilihat sekilas terkesan sama. Padahal sebenarnya pakaian adat Bali sangat bervariasi. Dengan melihat pakaian adat Bali yang dikenakan seseorang dalam  suatu acara, bisa dilihat status ekonomi dan status pernikahannya. Namun, tak dapat dipungkiri bahwa pakaian adat Bali memiliki keanggunan dan citra tersendiri.
Setidaknya ada tiga jenis pakaian Adat Bali yang umum dikenakan oleh masyarakat Bali. Pertama, pakaian adat untuk upacara keagamaan. Kedua, pakaian adat untuk upacara pernikahan. Dan, ketiga adalah pakaian adat untuk aktivitas sehari-hari. Pakaian Adat khas Bali ini berbeda antara yang dipakai oleh laki-laki dan perempuan.
Misalnya pemakaian sanggul ke pura oleh remaja putri. Mereka memakai sanggul atau pusung gonjer sedangkan untuk perempuan dewasa (sudah menikah) menggunakan sanggul (pusung tagel). Busana Agung adalah pakaian adat Bali yang paling mewah. Pakaian adat Bali yang satu ini biasanya dipakai pada rangkaian acara ‘Potong Gigi’ atau Perkawinan.
Busana Agung mempunyai beberapa variasi tergantung tempat, waktu dan keadaan. Kain yang digunakan dalam pakain adat Bali yang satu ini adalah wastra wali khusus untuk upacara atau wastra putih sebagai simbol kesucian. Tapi, tak jarang pula kain dalam pakaian adat Bali ini diganti dengan kain songket yang sangat pas untuk mewakili kemewahan atau prestise bagi pemakainya.
Sedangkan untuk laki-laki Bali selain menggunakan kain tersebut sebagai pakaian adat Bali. Mereka juga memakai kampuh gelagan atau dodot yang dipakai hingga menutupi dada.
Sementara, perempuan Bali sebelum menggunakan Busana Agung biasanya menggunakan kain lapis dalam yang disebut sinjang tau tapih untuk mengatur langkah wanita agar tampak anggun.
Pakaian adat Bali selain mempunyai nilai keindahan, tapi di dalamnya juga terkadung nilai – nilai  filosofis dan simbolik yang tersembunyi dalam bentuk, fungsi, dan maknanya. Itulah sebabnya dalam pakaian adat Bali dihiasi oleh berbagai ornamen dan simbol yang mempunyai arti tersindiri.
  1. Upacara Adat
a.       Upacara Melasti
Melasti merupakan rangkaian dari hari raya nyepi, dimana upacara melasti dilaksanakan rutin setiap setahun sekali yang dilaksanakan setiap tahun baru Saka. Tiga atau dua hari sebelum hari raya Nyepi, umat Hindu biasanya melakukan Penyucian dengan melakukan upacara Melasti atau disebut juga Melis atau Mekiyis.
Pada hari tersebut, segala sarana persembahyangan yang ada di Pura diarak ke pantai atau danau, karena laut atau danau adalah sumber air suci dan bisa menyucikan segala leteh (kotor) di dalam diri manusia dan alam. Dan seluruh umat hindu melakukan persembahyangan di tepi pantai dengan tujuan untuk mensucikan diri dari segala perbuatan buruk di masa lalu dan membuangnya kelaut, ini dilaksanakan sebelum merayakan Tapa Brata Penyepian.
Makna dari upacara Melasti adalah suatu proses pembersihan diri manusia, alam dan benda-benda yang dianggap sakral untuk dapat suci kembali dengan melakukan sembahyang dan permohonan kepada Hyang Widhi (Tuhan Yang Maha Esa), lewat perantara air kehidupan (laut, danau, sungai), dengan jalan dihanyutkan agar segala kotoran tersebut hilang dan suci kembali. Upacara ini juga bertujuan memohon kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa agar umat Hindu diberi kekuatan dalam melaksanakan rangkaian Hari Raya Nyepi.
b.      Upacara Ngaben
Untuk masyarakat Bali, hanya melalui pembakaran jenazahlah jiwa dapat dilepaskan dari dunia sementara untuk mendapatkan kehidupan setelah kematian. Dan untuk menjalani ini beberapa upacara dan ritual harus diikuti, terutama ketika keturunan kerajaan meninggal. Pada kematian tubuh harus dibakar oleh api karena jiwa harus kembali pada lima elemen yang dikenal dengan Panca Maha Buta (bumi, angin, api, air dan eter)  hal ini bertujuan untuk mengirim jiwa pada kehidupan setelah kematian.
Upacara pembakaran jenazah di Bali mewah dan mahal. Lebih tinggi status seseorang, persiapan megah dan dekorasi yang dibutuhkan akan semakin tinggi. Oleh karena itu, jenazah Almarhum harus dikubur untuk beberapa saat sebelum keluarga dan masyarakat bisa mengumpulan dana yang cukup. Ini merupakan adat yang umum bagi masyarakat biasa untuk menunggu pembakaran jenazah seorang bangsawan atau pemuka agama yang nantinya digabung dalam ritual ngiring untuk pembakaran jenazah keluarga mereka jika diizinkan.
Beberapa hari sebelum hari pembakaran, jiwa Almarhum yang mengembara dipanggil untuk bersatu dengan tubuhnya, biasanya disimbolkan oleh patung orang, dibawa ke rumah untuk dimandikan berulang-ulang, dipersiapkan oleh anggota keluarga.
Pada malam pembakaran, para pendeta mempersembahkan persembahan pada kekuatan supranatural yang diminta untuk membuka jalan bagi jiwa, sementara para anggota keluarga berdoa untuk membebaskan jiwa Almarhum ke surga.
Hari berikutnya, jenazah dibawa ke alam terbuka dimana pembakaran diadakan, yang biasanya setelah matahari melewati titik puncaknya. Ketika semua tubuh sudah terbakar, anggota keluarga mengumpulkan debu-debu dan tulang Almarhum, dan kemudian patung orang yang meninggal tersebut dibawa dalam prosesi di laut atau sungai, kemudian debu dituangkan ke dalam air, kedalam perlindungan dewa laut.
Bulan-bulan atau tahun-tahun berikutnya setelah pembakaran, ketika dana sudah cukup terkumpul, akan ada upacara-upacara lagi untuk meyakinkan pemisahan jiwa yang sempurna dari ikatan keduniawian, bertujuan untuk melepaskan jiwa ke surga. Pada upacara terakhir disebut upacara nyagara-gunung, Keluarga mengekpresikan terima kasih mereka pada dewa laut di candi-candi gunung dimana jiwa yang suci diabadikan di candi, untuk menunggu kelahiran kembali atau kebebasan dari lingkaran kelahiran kembali.
c.       Upacara Pernikahan
Upacara Pernikahan Bali sangat diwarnai dengan pengagungan kepada Tuhan sang pencipta, semua tahapan pernikahan dilakukan di rumah mempelai pria, karena masyarakat Bali memberlakukan sistem patriarki, sehingga dalam pelaksanan upacara perkawinan semua biaya yang dikeluarkan untuk hajatan tersebut menjadi tanggung jawab pihak keluarga laki – laki. Hal ini berbeda dengan adat pernikahan jawa yang semua proses pernikahannya dilakukan di rumah mempelai wanita. Pengantin wanita akan diantarkan kembali pulang ke rumahnya untuk meminta izin kepada orang tua agar bisa tinggal bersama suami beberapa hari setelah upacara pernikahan.
Tahap-tahap Upacaranya adalah sebagai berikut:
(1)   Upacara Ngekeb
(2)   Mungkah Lawang ( Buka Pintu )
(3)   Upacara Mesegehagung
(4)   Madengen–dengen
(5)   Mewidhi Widana
(6)   Mejauman Ngabe Tipat Bantal


B.              Wisata Menarik Di Bali
Pariwisata atau turisme adalah suatu perjalanan yang dilakukan untuk rekreasi atau liburan, dan juga persiapan yang dilakukan untuk aktivitas ini. Seorang wisatawan atau turis adalah seseorang yang melakukan perjalanan paling tidak sejauh 80 km (50 mil) dari rumahnya dengan tujuan rekreasi, merupakan definisi oleh Organisasi Pariwisata Dunia.
Definisi yang lebih lengkap, turisme adalah industri jasa. Mereka menangani jasa mulai dari transportasijasa keramahantempat tinggalmakananminuman, dan jasa bersangkutan lainnya seperti bankasuransikeamanan, dll. Dan juga menawarkan tempat istrihat, budaya, pelarian, petualangan, dan pengalaman baru dan berbeda lainnya.
Banyak negara, bergantung banyak dari industri pariwisata ini sebagai sumber pajak dan pendapatan untuk perusahaan yang menjual jasa kepada wisatawan. Oleh karena itu pengembangan industri pariwisata ini adalah salah satu strategi yang dipakai oleh Organisasi Non-Pemerintah untuk mempromosikan wilayah tertentu sebagai daerah wisata untuk meningkatkan perdagangan melalui penjualan barang dan jasa kepada orang non-lokal.
Menurut Undang Undang No. 10/2009 tentang Kepariwisataan, yang dimaksud dengan pariwisata adalah berbagai macam kegiatan wisata yang didukung oleh berbagai fasilitas serta layanan yang disediakan masyarakat, pengusaha, Pemerintah dan Pemerintah Daerah
Menurut sumber, Bali sudah di jadikan sebagai pulau tujuan wisata sejak tahun 1930-an dimulai dari datangnya tourist asing yang terpesona akan pemandangan alam Bali. Dahulu, penduduk Bali mayoritas bekerja sebagai petani, pelaut dan pekerjaan yang berhubungan dengan alam lainnya. Sejak tahun 1930-an pemerintah pusat mendukung penuh untuk pembangunan berbagai tempat wisata di Bali.
Karena keindahan alam dan budaya yang dimiliki Bali, maka tak heran jika objek wisata Bali mendapat perhatian khusus dari pemerintah dan para investor luar negeri. Seiring berjalannya waktu, objek wisata di Bali terus berkembang dan beraneka ragam.


Berikut adalah beberapa Objek Wisata yang ada di Bali :
  1. Istana Kepresidenan Tampaksiring
Istana Kepresidenan Tampaksiring Bali adalah salah satu dari 5 (lima) Istana Kepresidenan yang merupakan satu-satunya istana bercorak khas Indonesia yang diprakarsai oleh Putra Bangsa Indonesia, yaitu Ir.Soekarno, dan satu-satunya pula istana yang dibangun setelah Indonesia Merdeka, yaitu tahun 1957-1963.Terletak diantara Desa Tampaksiring dan Desa Manukaya, Kec. Tampaksiring, Kab. Gianyar, Prop. Bali, ± 700 meter DPL (Diatas Permukaan Laut).
Istana Kepresidenan Tampaksiring ini tidak dibuka untuk umum atau untuk pariwisata, namun beberapa instasi seperti sekolah yang ingin mengunjungi Istana Tampaksiring ini sebelumnya harus mengirimkan surat permohonan izin kepada pihak pengelola Istana Tampaksiring. Setiap pengunjung Istana Tampaksiring dilaporkan kepada pemerintah pusat di Jakarta dengan mengirimkan rekaman pengunjung.
Terdiri dari lima gedung utama yaitu Wisma Merdeka, Wisma Negara, Wisma Yudistira, Wisma Bima Dan Gedung Konfarensi. Selain itu terdapat pula Pendopo dan Warttitan.
a.    Wisma Merdeka
Luasnya 1.200 M2, selesai dibangun tahun 1960, berfungsi untuk peristirahatan Presiden RI beserta keluarga, memiliki 9 kamar tidur.
Jembatan Persahabatan merupakan penghubung antara Wisma Merdeka dengan Wisma Negara dengan panjang 40 M dan lebar 1,5 M. Tamu-tamu Negara yang berkunjung untuk membina persahabatan diantar melalui jembatan ini dari Wisma Merdeka menuju Wisma Negara. Dinamai Jembatan Persahabatan karena melambangkan hubungan bilateral antara Indonesia dengan Negara tetangga.
b.   Wisma Negara
Luasnya 1.476 M2 , selesai dibangun tahun 1960, berfungsi untuk akomodasi Tamu Negara/Kepala Negara Asing yang berkunjung ke Istana Tampaksiring. Dibangun di atas tanah berbukit dan kedua bukit yang cukup dalam (± 15 M) yang diatasnya dibangun jembatan. Memiliki 7 kamar tidur.
c.    Wisma Yudistira
Memiliki luas 1.825 M2, dan selesai dibangun tahun 1964. Wisma ini terletak ditengah kompleks Istana Tampaksiring, berfungsi untuk tempat peristirahatan Pejabat Tinggi/Pejabat Negara, Perangkat Kepresidenan serta para pendamping Tamu-Tamu Agung. Memiliki 17 kamar tidur.
d.   Wisma Bima
Dengan luas 2.450 M2 dan selesai dibangun awal tahun 1963. Wisma ini terletak dibagian Selatan komplek Istana Tampaksiring. Berfungsi untuk tempat para Pegawal Presiden/Tamu Negara dan petugas keamanan.
e.    Gedung Konfarensi
Dengan luas 1.882 M2, dibangun tahun 2003, terdiri dari lobby, ruang utama, dan dua holding room, beratap sirap ditopang pilar dari pohon kelapa, dan dihiasi 3 buah lampu gantung berornamen Garuda Bali. Ruang utamanya merupakan ruang pertemuan, dapat juga dipergunakan sebagai ruang resepsi dan jamuan makan malam kenegaraan.
f.     Pandopo
Bangunan ini beratap ilalang (direnovasi tahun 2004 diganti atap sirap/kayu), mempunyai stage dan pada kedua sisinya terbuka (tidak bertembok). Luasnya 600 M2. Dibangun tahun 1960. Merupakan tempat pementasan acara malam kesenian.
g.    Balai Wantilan
Beranda dibagian depan Istana Tampaksiring dengan luas 925 M2 dibangun tahun 2004, beratap sirap, memiliki panggung pagelaran dan bersement yang berfungsi sebagai Ruang Hias.
h.   Paviliun
Terdapat 10 unit dengan luas 66 M2/unit. Terletak dibagian Tenggara, digunakan sebagai akomodasi para pejabat pendamping Presiden atau Tamu Negara.

i.      Gelung Kori Agung
Merupakan Pintu Masuk Khas Bali yang biasa terdapat pada bangunan Pura Besar Istana/Kerajaan di Bali. Gedung Kori Agung ini difungsikan sebagai pintu masuk pengunjung/wisatawan.
  1. Pantai Kuta
Pantai Kuta adalah sebuah tempat pariwisata yang terletak di sebelah selatan Denpasaribu kota BaliIndonesia. Kuta terletak di Kabupaten Badung. Daerah ini merupakan sebuah tujuan wisata turis mancanegara, dan telah menjadi objek wisata andalan Pulau Bali sejak awal 70-an. Pantai Kuta sering pula disebut sebagai pantai matahari terbenam (sunset beach) sebagai lawan dari pantai Sanur.
Untuk tiket masuk ke pantai Kuta tidak dikenakan biaya. Tetapi jika Anda datang dengan menggunakan kendaraan pribadi, maka Anda harus membayar biaya parkir sebesar Rp. 5.000,- per kendaraan.
Dibutuhkan waktu sekitar 10 menit dari Bandara Internasional Ngurah Rai ke Pantai Kuta. Transportasi yang dapat digunakan yaitu, taksi, kendaraan pribadi atau bus. Jika menggunakan bus, akan berhenti di Central Parkir Kuta. Dari sini, Anda dapat melanjutkan perjalanan menuju pantai dengan transportasi umum, dengan tarif Rp. 10.000,-
Pantai Kuta adalah pantai yang indah dan ramai. Ini adalah surga bagi wisatawan asing. Dimana disepanjang jalan Legian, terdapat banyak toko dan restoran serta bar yang bisa dikunjungi dan ramai akan wisatawan asing. Jika anda berjalan disepanjang jalan Legian, anda akan merasa bahwa tempat ini seperti luar negeri. Dimana semua orang yang berlalu lalang merupakan orang asing.
  1. Pantai Pandawa
Pantai Pandawa terletak di desa Kutuh Kecamatan Kuta selatan , Kabupaten Badung Bali, 3 km dari kawasan Wisata Nusa dua dan dan Pura Uluwatu untuk menuju kawasan ini saat ini masih dalam perbaikan akses jalan menuju Pantai pandawa karena kita akan melewati tebing batu kapur yang saat ini masih dalam tahap perbaikan. selain penduduk lokal yang menjadikan Pantai Pandawa ini sebagai tempat mereka bertani rumput laut. Pantai Pandawa sendiri sudah dilengkapi dengan kedai makan dan minum untuk wisatawan karena aktivitas yang biasa yang dilakukan adalah paragliding. Nama Pandawa Beach sendiri diambil dari tokoh pewayangan karena pantai ini setiap tahunnya dijadikan
sebagai tempat untuk melakukan upacara melasti.Di jalan menuju pantai ini terdapat patung dari lima tokoh pewayangan Pandawa dan akan menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan yang tidak saja gemar berwisata di pantai ini akan tetapi bisa mengabadikan tokoh pewayangan ini.
Saat memasuki kawasan Pantai Pandawa kita akan disuguhkan oleh tebing kapur di sisi kanan dan kiri jalan. Hal ini tentu membuat pengunjung terkagum-kagum dan terpesona akan keindahan alamnya.
Pantai dengan pasir putih yang masih bersih ini cukup banyak pengunjungnya, terlebih wisatawan asing yang sedang berjemur.
Akses menuju Pantai Pandawa :
Dari Denpasar : Arahkan kendaraan menuju Uluwatu. Sampai ketemu perempatan yang di kanan jalan ada supermarket Nirmala anda bisa belok kiri ke arah Nusa Dua. Kurang lebih 2 KM ada pertigaan, belok kiri lagi  ke arah Nusa Dua. Kurang lebih 1 KM pas jalan tanjakan ada papan penunjuk jalan Pantai Pandawa belok kanan dan ikutin jalan itu sampai ketemu jalan beraspal mulus di kanan kiri ada tebing yang dikeruk. Anda akan dikenakan restribusi masuk sebesar Rp. 2000,-. Untuk sepeda motor. Ikuti jalan itu hingga ketemu tebing yang ada patung pandawa terus hingga ketemu jalan menurun menuju Pantai Pandawa.
  1. Pantai Sanur
Pantai Sanur adalah sebuah tempat pelancongan pariwisata yang terkenal di pulau Bali. Tempat ini letaknya adalah persis di sebelah timur kota Denpasaribukota Bali. Sanur berada diKotamadya Denpasar.
Karena memiliki ombak yang cukup tenang, maka pantai Sanur tidak bisa dipakai untuk surfing layaknya Pantai Kuta. Tak jauh lepas Pantai Sanur terdapat juga lokasi wisata selam dan snorkeling. Oleh karena kondisinya yang ramah, lokasi selam ini dapat digunakan oleh para penyelam dari semua tingkatan keahlian.
Pantai Sanur juga dikenal sebagai Sunrise beach (pantai Matahari terbit) sebagai lawan dari Pantai Kuta.
Karena lokasinya yang berada di sebelah timur pulau Bali, maka pantai Bali ini menjadi lokasi yang tepat untuk menikmati sunrise atau Matahari terbit. Hal ini menjadikan tempat wisata ini makin menarik, bahkan ada sebuah ruas di pantai Sanur ini yang bernama pantai Matahari Terbit karena pemandangan saat Matahari terbit sangat indah jika dilihat dari sana.
Sepanjang pantai Bali ini menjadi tempat yang pas untuk melihat Matahari terbit. Apalagi sekarang sudah dibangun semacam sanderan yang berisi pondok-pondok mungil yang bisa dijadikan tempat duduk-duduk menunggu Matahari terbit. Selain itu, ombak di pantai ini relatif lebih tenang sehingga sangat cocok untuk ajang rekreasi pantai anak-anak dan tidak berbahaya.
Pada masa kolonial Belanda, Pantai Sanur terkenal sebagai lokasi pendaratan bala tentara Belanda ketika akan menyerang Kerajaan Badung yang dianggap membangkang pada pemerintah kolonial. Perang yang terjadi pada tanggal 18 November 1906 itu kemudian dikenal sebagai Puputan Badung, yaitu semangat perang sampai mati yang dipraktekkan oleh Raja Badung dan pengikut-pengikutnya.  
Dari segi pariwisata, Pantai Sanur mulai dikenalkan ke dunia internasional oleh A. J. Le Mayeur, seorang pelukis dari Belgia yang datang ke Bali pada tahun 1932. Melihat daya tarik Pantai Sanur yang sangat indah, maka Le Mayeur memutuskan untuk menetap di Sanur dengan mendirikan sanggar melukis. Le Mayeur kemudian menikah dengan gadis Bali bernama Ni Nyoman Pollok, seorang penari Legongyang terkenal dan merupakan salah satu model lukisannya.
Melalui lukisan Le Mayeur, Pantai Sanur mulai dikenal oleh dunia internasional. Saat ini, sanggar lukis tersebut telah menjadi Museum Le Mayeur dan dapat dikunjungi oleh publik. Museum Le Mayeur berada dalam area wisata Pantai Sanur.
5.      Tanjung Benoa
Tanjung Benoa adalah sebuah kelurahan di wilayah Kecamatan Kuta Selatan,Kabupaten BadungBali.
Tanjung Benoa merupakan tempat wisata di Bali yang terkenal akan pantainya. Tempat ini juga merupakan sarana wahana air seperti banana boatscuba divingsurfing, dll. Selain itu, terdapat pelayaran menuju Pulau Penyu tempat hidup seekor kura-kuraular,jalak bali, dan sebagainya.
Harga yang dikenakan kepada pengunjung untuk menikmati berbagai sarana olahraga air tersebut berkisar antara 150 ribu hingga 200 ribu. Dengan harga tersebut secara tertulis disebutkan bahwa pengunjung bisa menikmatinya dalam kurun waktu 10-15 menit.
Satu paket dengan perjalanan ke Pulau Penyu, pengunjung juga bisa melihat objek wisata bawah laut. Perahu yang digunakan, telah didesain sedemikian rupa sehingga pada bagian dasar tengah perahu telah dipasang kaca yang memungkinkan bagi pengunjung untuk melihat dasar laut yang dangkal tanpa perlu berbasah-ria. Paket wisata yang satu ini bisa dibilang paling murah diantara yang lainnya. 50 ribu tiap orang untuk menyewa kapal. Dari dalam perahu pengunjung bisa melihat ikan-ikan khas air laut yang kaya akan warna di bagian tubuhnya. Agar ikan-ikan tersebut mau berkumpul pengemudi kapal menebarkan roti tawar kelaut sebagai pancingan.
Setelah memasuki kawasan pulau penyu, kita dikenkan biaya 5 ribu rupiah setiap orang. Di sana kita bisa melihat banyak hewan bukan hanya Penyu. Tapi burung, ular dan lain-lain.
6.      Bedugul
Bedugul berasal dari kata Bedogol. Bedugul ini adalah danau beratan yang paling dangkal, di daerah danau Bedugul ini banyak terdapat hasil pertanian. Hasil pertanian disini yang paling banyak dijumpai adalah buah buahan dan sayuran. Banyak jenis buah-buahan disini diantaranya adalah buah markisa, buah anggur, dan buah manila.
Danau Bedugul terletak di Kabupaten Tabanan. Danau Bedugul ini merupakan tempat wisata pilihan di Bali, Suhu udara di Bedugul jauh lebih dingin dibandingkan tempat wisata lainnya.. Kawasan wisata Bedugul, yang terletak di kabupaten Tabanan, menawarkan suasana perbukitan yang menyejukkan dan keindahan danau Tamablingan. Tempat ini juga menawarkan suasana perbukitan dengan suhu sekitar 18 derajat celcius plus danau yang begitu indah. Untuk menikmati keindahan danau di sini, cukup dengan menyewa speed boat anda dapat berkeliling danau. Dekat dengan danau ini juga anda dapat menikmati hidangan santap siang di restoran lokal dengan menu masakan Indonesia maupun juga internasional.
Bedugul terletak di Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan Bali. Jaraknya sekitar 62,6 km atau sekitar 1 jam 14 menit dari Bandara International Ngurah Rai dan 40 km dari Kota Singaraja lewat perjalanan darat. Tempat wisata di Bali ini menawarkan, keindahan pemandangan alam daerah pegunungan dan danau. Terletak pada ketinggian 1.240 meter dari permukaan laut, dengan temperatur rata-rata 18 Celcius pada malam hari dan 24 Celcius pada siang hari. Tempatnya yang tinggi membuat obyek wisata ini selalu berhawa dingin dan berkabut.

7.      Museum Perjuangan Rakyat Bali
Museum Perjuangan Rakyat Bali tercetus Pada Tahun 1980. Berawal dari ide Dr. Ida Bagus Mantra yang saat itu adalah Gubernur Bali. Ia mencetuskan ide awalnya tentang museum dan monumen untuk perjuangan rakyat Bali. Lalu pada tahun 1981, diadakan sayembara desain monumen, yang dimenangkan oleh Ida Bagus Yadnya, yang adalah seorang mahasiswa jurusan arsitektur Fakultas Teknik Universitas Udayana. Lalu pada tahun 1988 dilakukan peletakan batu pertama dan selama kurang lebih 13 tahun pembangunan monumen selesai. Tahun 2001, bangunan fisik monumen selesai. Setahun kemudian, pengisian diorama dan penataan lingkungan monumen dilakukan. Pada bulan September 2002, SK Gubernur Bali tentang penunjukan Kepala UPTD Monumen dilaksanakan. Dan akhirnya, pada tanggal 1 Agustus 2004, Pelayanan kepada masyarakat dibuka secara umum, setelah sebelumnya pada bulan Juni 2003 peresmian Monumen dilakukan oleh Presiden RI pada saat itu Ibu Megawati Soekarnoputri.
Monumen yang terletak di kawasan Lapangan Renon ini memang sangat menarik perhatian bagi semua orang karena tempatnya yang terawat dengan baik dan bersih dan lengkap dengan menara yang menjulang ke angkasa yang mempunyai arsitektur khas Bali yang indah. Lokasi monumen ini juga sangat strategis karena terletak di depan Kantor Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Bali yang juga di depan Gedung DPRD Provinsi Bali tepatnya di Lapangan Renon Nitimandala. Tempat ini merupakan tempat pertempuran jaman kemerdekaan antara rakyat Bali melawan pasukan penjajah. Perang ini terkenal dengan sebutan "Perang Puputan" yang berarti perang habis-habisan. Monumen ini didirikan untuk memberi penghormatan pada para pahlawan serta merupakan lambang penghormatan atas perjuangan rakyat Bali.

8.      Tari Barong
Tari Barong adalah tarian khas Bali yang berasal dari khazanah kebudayaan Pra-Hindu. Tarian ini menggambarkan pertarungan antara kebajikan (dharma) dan kebatilan (adharma). Wujud kebajikan dilakonkan oleh Barong, yaitu penari dengan kostum binatang berkaki empat, sementara wujud kebatilan dimainkan oleh Rangda, yaitu sosok yang menyeramkan dengan dua taring runcing di mulutnya.Ada beberapa jenis Tari Barong yang biasa ditampilkan di Pulau Bali, di antaranya Barong Ket, Barong Bangkal (babi), Barong Gajah, Barong Asu (anjing), Barong Brutuk, serta Barong-barongan. Namun, di antara jenis-jenis Barong tersebut yang paling sering menjadi suguhan wisata adalah Barong Ket, atau Barong Keket yang memiliki kostum dan tarian cukup lengkap.Kostum Barong secara umumnya menggambarkan perpaduan antara singa, harimau, dan lembu. Di badannya dihiasi dengan ornamen dari kulit, potongan-potongan kaca cermin, dan juga dilengkapi bulu-bulu dari serat daun pandan.Barong ini dimainkan oleh dua penari (juru saluk/juru bapang) satu penari mengambil posisi di depan memainkan gerak kepala dan kaki depan Barong,ementara penari kedua berada di belakang memainkan kaki belakang dan ekor Barong.
Secara sekilas, Barong Ket tidak jauh berbeda dengan Barongsai yang biasa dipertunjukkan oleh masyarakat Cina. Hanya saja, cerita yang dimainkan dalam pertunjukan ini berbeda, yaitu cerita pertarungan antara Barong dan Rangda yang dilengkapi dengan tokoh-tokoh lainnya, seperti Kera (sahabat Barong), Dewi Kunti, Sadewa (anak Dewi Kunti), serta para pengikut Rangda
.
9.      Pujamandala
Puja Mandala Nusa Dua mulai dibangun tahun 1994 atas bantuan PT. BTDC (Bali Tourism Development Centre) yang memberikan bantuan tanah untuk membangun kelima tempat ibadah tersebut. Tanah itu dibagi sama besar dan luasnya.selanjutnya, Untuk pendirian bangunan diserahkan sepenuhnya oleh umat masing-masing agama, dengan aturan pendirian bangunan tersebut harus sama tingginya.
Tahun 1997, Puja Mandala Nusa Dua secara resmi disaahkan oleh Menteri Agama Bapak Tarmidzi Taher. Saat itu hanya Gereja Bunda Maria Segala Bangsa (Katholik), Jemaat Bukit Doa (Protestan) dan Masjid Ibnu Batutah yang sudah selesai pembangunannya. Sedangkan, Wihara Budhina Guna (Budha) baru selesai pembangunannya pada tahun 2003.
Di sekitar komplek banyak terdapat ruko, toko, dan warung-warung. Dalam jarak satu kilometer dari komplek Puja Mandala, Nusa Dua, terdapat komplek perumahan. Satu kilometer ke arah atas, terdapat perumahan Puri Campial, Pondok Campial, dan Campial Indah, sedangkan satu kilometer ke bawah terdapat perumahan Bualu Indah 2. Dengan suasana perbukitan yang sejuk semakin menambah keindahan komplek tersebut.


10.  Jalan Tol Tengah Laut/Jalan Tol Bali Mandara
Jalan Tol Bali Mandara adalah jalan tol pertama di Provinsi Bali, Indonesia. Jalan Tol Bali Mandara menghubungkan Nusa Dua, Ngurah Rai, dan Benoa. Jalan tol ini memiliki panjang total 12,7 km dan sebagian besar berada di atas laut. Jalan tol ini diresmikan oleh Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 23 September 2013 di Bali. Jalan Tol Bali Mandara juga dinobatkan sebagai jalan tol terindah dunia. Pada KTT APEC di Bali, jalan tol ini juga dilalui oleh beberapa pemimpin negara.
C.      Cinderamata
1.    Joger
       Joger, dikenal dengan pabrik kata-kata yang berlokasi di kawasan jalan raya Kuta dan di Desa Luwus Bedugul Bali. Untuk yang ada di Kuta tempatnya sangat strategis dan hanya memerlukan waktu 10 menit dari bandara Ngurah Rai. Untuk pastinya,alamat Joger Bali berada di Jalan Raya Kuta.
Nama Joger diambil dari nama pemiliknya sendiri yaitu bapak Joseph Theodorus Wulianadi yang digabung dengan nama sahabatnya Bapak Gerard. Sahabatnya ini sangat berjasa dalam merintis usaha pabrik kata kata ini. Pada tahun 1981 Joseph diberi hadiah pernikahan oleh Gerard sebesar US $ 20.000 sebagai modal dari usahanya. Awalnya dibuka di alamat Jalan Sulawesi no 37 Denpasar, namun sejak tanggal 7 Juli 1987 toko ini pindah ke tempatnya sekarang di alamat Jalan Raya Kuta sebelah supermarket Supernova.
Setiap pengunjung yang akan memasuki oleh-oleh Joger ini akan disapa dengan ramah dan akan ditempeli stiker sebagai tanda masuk VIP dan akan dilakukan scaning. Didalam galery Joger ini ada ruangan yang khusus memajang koleksi T-shirt, ruangan khusus souvenir seperti mug, sandal, gantungan kunci dan lain sebagainya. Selain itu ada juga ruangan yang unik bagi anda yang ingin mencari T-Shirt anak-anak karena anda diharuskan masuk melalui pintu yang memiliki tinggi sekitar 1,5 meter saja. Tentu bisa dimengerti karena memang untuk anak-anak. Joger Bali hanya satu-satunya tempat di Indonesia yang menjual jam terbalik dan merupakan ciri khas oleh-oleh Joger Bali. Ada juga ruangan di pojok yang menawarkan souvenir berupa guci dan pernak-pernik lainnya.
Dari segi harga tentunya relatif murah dan tentunya pula kualitas barang yang ada di Joger ini sangat bagus. Cocok untuk anda yang menginginkan oleh-oleh yang unik dan memiliki ciri khas.
Selain di jalan raya Kuta, Joger kini telah membuka cabangnya di jalan raya menuju ke Bedugul yang disebut Temannya Joger.

2.    Pasar Seni Sukowati
Pasar Sokawati merupakan salah satu pasar tradisional yang terletak sekitar 30 km arah timur Denpasar (40 menit perjalanan dari Kuta). Di tempat ini, kita bisa berbelanja sepuas mungkin untuk mendapatkan barang-barang atau benda-benda yang kita inginkan. Pasar ini sangat terkenal di Pulau Bali, banyak para wisatawan baik dalam negeri maupun asing datang ke tempat ini. Di pasar ini, harga yang ditawarkan cukup mahal, tapi anda tak perlu khawatir, karena di tempat ini anda dapat menawar serendah mungkin. Di pasar ini segala jenis batang-barang yang berkaitan dengan mudah. Selain itu disini juga menjual souvenir-souvenir dan pakaian-pakaian khas Bali.
Setiap kios di pasar ini mempunyai sesajen dengan aroma yang khas. Mereka sangat percaya bahwa dengan adanya sesajen artinya kita melakukan sembahyang atau bedoa. Hal itu dilakukan supaya usaha mereka lancar.

3.    Cening Bagus
Cening Bagus berdiri pada tanggal 27 April 2009, berdiri di tanah milik desa yang berada di Jln. Raya Batu bulan 100X, Sukowati, Gianyar, Bali. Cening Bagus berdiri atas gagasan untuk mambantu pengrajin kecil di Gianyar bali. Perusahaan ini berdiri dari nol/usaha kecil, setiap dua bulan sekali Cening Bagus melakukan evaluasi untuk pengembangan selanjutnya. Dalam pendirian Cening Bagus terdapat visi dan misi cening bagus, visi dari Cening Bagus adalah “Membantu pengrajin kecil (home industri) menuju kesejahteraan”, sedangkan misi dari cening bagus adalah “Pariwisata Bali makin lama makin berkembang seiring dengan himbauan pemerintah Bali khususnya bidang pariwisata untuk ikutan dildalam memajukan pariwisata di Bali”, yang membuat Cening Bagus dapat dkembangkan seperti saat ini.
Cening Bagus sebagai salah satu perusahaan yang bergerak dibidang jasa dan penjualan produk oleh-oleh khas Bali. Cening Bagus juga mempunyai peranan penting dalam kebangkitan perkembangan wisata di Bali, khususnya paska ledakan bom (dikenal dengan Bom Bali I dan II) dimana Cening Bagus menjual pelayanan jasa/memandu kepada wisatawan dalam menjalajahi pariwisata di Bali. Selain itu Cening Bagus juga berperan penting dalam pengembangan industri, khususnya industri-industri kerajinan perumahan, dimana Cening Bagus merekomendasikan para wisatawan yang menggunakan jasanya untuk berkunjung kegalerinya yang berisi berbagai produk khas Bali dan luar Bali. Cening Bagus juga bekerja sama dengan pemerintah dalam upaya memajukan pariwisata di bali. Di Cening Bagus pula, kami rombongan dari Smansa Mewah melakukan makan siang dan sholat dzuhur. Setelah selesai, kami pun segera kembali ke bus masing-masing kemudian melanjutkan perjalanan kembali.

4.    Karang Kurnia
Karang Kurnia adalah pusat oleh-oleh di pulau Bali yang didirikan oleh I Gede Wireyasa di Karang Kurnia ditemukan berbagai jenis  kerajinan, oleh-oleh dan berbagai jenis makanan, sebagai  contoh lukisan, patung, pakaian anak dan dewasa, bed cover, pernak pernik, batik, dompet. Barang-barang tersebut tidak asli dibuat oleh orang Bali melainkan banyak yang diambil dari pulau Jawa seperti batik.
Di Karang Kurnia juga terdapat bermacam-maam  aksesoris yang dapat ditulisi dengan kata-kata sesuai dengan keinginan kita.   Harga-harga di Karang Kurnia lumayan murah dibandingkan Cah Ayu atau pasar lain di Bali. Dengan lahan parkir yang cukup luas dan suasana yang lumayan segar membuat pengunjung nyaman.




BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Berdasarkan pembahasan pada bab sebelumnya dapat dibuat kesimpulan sebagai berikut :
  1. Objek wisata di pulau Bali memiliki karakteristik / daya tarik tersendiri bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Hal tersebut yang membuat pulau Bali dijadikan sebagai tempat berlibur maupun sebagai tempat kunjungan Study Tour.
  2. Pesona alam serta kebudayaan yang ada di pulau Bali membuat wawasan peserta Study Tour akan kebudayaan Nusantara bertambah.
  3. Keunikan dan ciri khas tersendiri dari pulau Bali membuat Indonesia semakin terkenal di dunia luar serta menghasilkan devisa yang besar bagi Indonesia.
  4. Dalam Study Tour ini peserta dapat lebih memahami dan menghormati budaya-budaya yang masih kental yang berada di Indonesia serta dapat mengembangkan rasa persatuan dan kesatuan bangsa tanpa membeda-bedakan golongan, ras, budaya, dan agamanya.
Pulau Bali merupakan salah satu pulau di Indonesia yang memiliki banyak keindahan alam dan kebudayaannya yang khas khususnya budaya seni tari dan seni pahat. Oleh karena itu, banyak wisatawan domestik maupun luar negeri yang ingin mengunjungi pulau ini. Tujuan mereka datang berkunjung salah satunya adalah untuk melihat dari dekat bagaimana sosok Bali yang sebenarnya dan mempelajari budaya – budaya Bali khususnya seni tari dan seni pahat.
Selain budaya dan panorama alam yang disebutkan di atas ada juga budaya yang tidak kalah menariknya yaitu upacara adat yang dilakukan oleh sebagian besar penduduk Bali yang mayoritas beragama Hindu. Di sana apabila ada orang yang meninggal sering sekali diadakan Upacara Ngaben atau pembakaran mayat. Upacara Ngaben ini dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu secara masal atau secara individual bagi keluarga yang mampu. Kebanyakan dalam pelaksanaan Upacara Adat sering disajikan tarian – tarian khas dari Pulau Bali.
B. SARAN
  1. Bagi sekolah
  • Sekolah diharapkan dapat menganjurkan kepada biro perjalanan agar menyusun jadwal perjalanan dengan cermat, agar peserta Study Tour dapat mengikuti Study Tour dengan teratur.
  • Sekolah sebaiknya dapat memberi keringanan biaya bagi siswa-siswi yang kurang mampu atau kesulitan biaya untuk mengikuti Study Tour sehingga tidak ada siswa-siswi yang tidak bisa mengikuti Study Tour karena kendala biaya.
  • Sekolah diharapkan memberi waktu yang lebih lama bagi siswa untuk mengerjakan karya tulis.
  1. Bagi guru pendamping
  • Sebaiknya lebih mengawasi, menasehati, dan melarang siswa melakukan tindakan berbahaya sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti murid tertinggal.
  • Diharapkan lebih mendisiplinkan para murid agar murid lebih dapat membawa diri untuk bersikap dalam bergaul.
  • Lebih memperhatikan kesehatan murid, khususnya keadaan murid yang kurang sehat selama perjalanan.
  • Diharapkan dapat menjadi orang tua dan teman bagi siswa-siswi selama Study Tour sehingga dapat lebih akrab.
  • Sebaiknya lebih tegas menindak siswa-siswi yang tidak taat dan mencemarkan nama baik sekolah.
  • Diharapkan lebih sigap menangani kejadian-kejadian di luar dugaan yang bersifat mengganggu program Study Tour.
  1. Bagi siswa
  • Siswa diharapkan tidak hanya memanfaatkan Study Tour sebagai sarana rekreasi, namun juga sebagai sarana belajar untuk menambah wawasan.
  • Siswa diharapkan tertib dan disiplin agar perjalanan Study Tour berjalan lancar.
  • Siswa diharapkan dapat menjaga sikap selama Study Tour, serta memperhatikan semua perintah atau peraturan dari biro tour, guru pembimbing dan tour guide demi keamanan pribadi.
  • Siswa diharapkan dapat menjaga barang-barang berharga dan pribadi masing-masing, agar tidak membebani guru pembimbing.
  • Siswa diharapkan ikut menjaga kebersihan dan kelestarian objek-objek wisata yang dikunjungi.
  • Siswa dianjurkan tidak bepergian seorang diri di objek-objek wisata maupun pada waktu bebas untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
  • Selama Study Tour siswa diharapkan pandai-pandai menawar barang sebelum membeli, karena harga barang-barang di Bali relatif mahal. Harga barang yang dijual dipatok untuk wisatawan mancanegara.
DAFTAR PUSTAKA

http://id.wikipedia.org/wiki/bali  di akses pada tanggal 5 Juli 2014
http://id.wikipedia.org/wiki/Budaya  di akses pada tanggal 5 Juli 2014
http://www.gobalitour.com/melasti.html di akses pada tanggal 5 Juli 2014
http://id.wikipedia.org/wiki/Pariwisata   di akses pada tanggal 5 Juli 2014
http://id.wikipedia.org/wiki/Pantai_Kuta di akses pada tanggal 5 Juli 2014
http://www.gobalitour.com/pandawa-beach-bali.html di akses pada tanggal 5 Juli 2014
http://id.wikipedia.org/wiki/Pantai_Sanur di akses pada tanggal 5 Juli 2014
http://wisatabali2010.wordpress.com/pantai-sanur/ di akses pada tanggal 5 Juli 2014
http://www.rentalmobilbali.net/bedugul/ di akses pada tanggal 5 Juli 2014
http://warnawisata.com/bali/joger.html  di akses pada tanggal 5 Juli 2014
http://thearoengbinangproject.com di akses pada tanggal 13 Juli 2014
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Jalan Tol Bali Mandara diakses pada tanggal 13 Juli 2014


LAMPIRAN FOTO

pantai-kuta-ramai
Pantai Kuta

bajra sandi
Museum Perjuangan Rakyat Bali/Bajra Sandi

bedugul
Danau Bedugul

pandawa5
Pantai Pandawa

sanur
Pantai Sanur

puja-mandala-1
Masjid Agung Ibnu Batutah (Puja Mandala)

puja-mandala-2
Gereja Katolik Bunda Maria Segala Bangsa (Pujamandala)

puja-mandala-3
Wihara Budhina Guna (Puja Mandala)
puja-mandala-6
Gereja Kristen Protestan Bukit Doa (Pujamandala)

puja-mandala-8
Pura Jagat Natha Nusa Dua(Pujamandala)
sukawati
Pasar Seni Sukawati

joger 
Joger


index 
Cening Bagus
karang kurnia
Karang Kurnia

mk

Pintu masuk Istana Kepresidenan Tampak Siring

mkl

Jalan Tol tengah laut/Tol Bali Mandara

0 komentar:

Posting Komentar

 
TOP