Disusun Guna Memenuhi Tugas Mata Pelajaran Bahasa Indonesia
Kelas XII IPA
Disusun Oleh :
Nama : Mita Nurhasanah
NIS/No. Absen :
4049/017
Kelas : XII IPA 1
SMA NEGERI 1 PURWANTORO
PENGESAHAN
Karya tulis ini diajukan dan
disetujui oleh pembimbing dan disahkan oleh kepala SMA Negeri 1 Purwantoro pada
:
Hari :
Tanggal :
Mengetahui
:
Pembimbing I
Pembimbing II
Andi Prasetya, S.Pd
Wahyaning Prihastuti, S.Pd
NIP:
- NIP:
-
Mengesahkan :
Kepala SMA Negeri 1 Purwantoro
Drs. Susilo Joko Raharjo,M.Pd
NIP. 19660626 199403 1 009
MOTTO
v Jika kamu punya ide maka satukan tekad untuk melakukannya,sebab
rusaknya ide karena keraguan semata.
v Iradah/kemauan/tujuan hidup bisa mengecilkan orang besar dan
membesarkan orang kecil.
v Man jada wa jadda
v Never give up
PERSEMBAHAN
Karya Tulis ini dibuat untuk dipersembahkan kepada:
1.
Ayah,Ibu dan kakak
tercinta yang selalu memotivasiku
2.
Bapak Drs. Susilo Joko
Raharjo,M.Pd selaku kepala SMA N 1 Purwantoro
3.
Bapak guru,ibu guru dan staf tata usaha SMA N
1 Purwantoro
4.
Teman-teman seperjuangan
5.
Adik-adik kelas X dan XI
6.
Pembaca yang budiman
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha
Esa, karena dengan pertolonganNya kami dapat menyelesaiakan karya ilmiah.
Meskipun banyak rintangan dan hambatan yang kami alami dalam proses
pengerjaannya, tapi kami berhasil menyelesaikannya dengan baik.
Tak lupa kami mengucapkan terimakasih kepada bapak / ibu guru sebagai pembimbing
yang telah membantu kami dalam mengerjakan proyek ilmiah ini. Kami juga
mengucapkan terimakasih kepada teman-teman yang juga sudah memberi kontribusi
baik langsung maupun tidak langsung dalam pembuatan karya ilmiah ini.Tentunya
ada hal-hal yang ingin kami berikan kepada adik – adik kelas dari
hasil karya ilmiah ini. Karena itu kami berharap semoga karya ilmiah ini dapat
menjadi sesuatu yang berguna bagi kita bersama.Semoga karya ilmiah yang
kami buat ini dapat membuat kita mencapai kehidupan yang lebih baik lagi.
Penulisan karya tulis ini tidak lepas dari bantuan
berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis sampaikan banyak terimakasih yang
sebesar-besarnya kepada yang terhormat:
- Drs. Susilo Joko Raharjo, M.Pd selaku Kepala SMA Negeri 1 Purwantoro.
- Bapak Andi Prasetya, S.Pd selaku Pembimbing I.
- Ibu
Wahyaning Prihastuti, S.Pd selaku Pembimbing 2
- Bapak Johan Pangestu Aji, S.Pdi selaku
Wali Kelas XI IPA 1.
- Bapak dan Ibu guru SMA Negeri 1 Purwantoro yang telah memberikan masukan.
- Semua pihak yang telah membantu tesusunnya karya tulis ini.
Semoga bantuan dan kebaikan kalian mendapat pahala
dari Allah SWT.
Tiada
gading yang tak retak, begitu pula dengan karya tulis ilmiah ini. Penulis
menyadari bahwa karya tulis ini jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, segala
kritik serta saran yang membangun dari para pembaca akan penulis terima dengan
lapang hati sehingga bisa menjadi sebuah pelajaran bagi penulis agar kelak
penulis dapat membuat dengan lebih baik lagi.
Penulis berharap semoga Karya tulis ini dapat
bermanfaat bagi pembaca, Terutama bagi adik-adik kelas X dan XI yang akan
meneruskan jejak kami.
Purwantoro, Juli 2014
Penulis
DAFTAR ISI
Halaman Judul
Halaman Pengesahan………………………………….....................................................i
Motto…………………………………………………………………………………….ii
Persembahan………………………..................................................................................iii
Kata Pengantar………………………………………………………………...................iv
DaftarIsi……………………………………………………………………….................v
BAB I
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang ………………………………….…….……................................1
2.
Rumusan Masalah
……………………….............................................................1
3.
Tujuan Penulisan …………………………...…………………….……………...1
4.
Manfaat Atau Kegunaan Penulisan ……………………………….……..............2
5.
Teknik Pengumpulan
Data ………………………………………….…………...2
6.
istematika
Penulisan …………………………………….....................................2
7. Jadwal
Keberangkatan……………………………………………….…………...2
BAB II PEMBAHASAN
A. RAGAM BUDAYA BALI………………………………………………………6
1.
Rumah Adat………………………………………………………………………8
2.
Kesenian Bali……………………………………………………………….…….8
3.
Bahasa………………………………………………………….…………………9
4.
Pakaian………………………………………………………….………………...9
5.
Upacara…………………………………………………………………………..10
B.
WISATA MENARIK DI BALI………………………………………………….13
1.
Istana Kepresidenan Tampaksiring……………………………………………….14
2.
Pantai Kuta
…………………………………………………………..………......17
3.
Pantai Pandawa…………………………………………………………………..17
4.
Pantai Sanur …………………………………………………….…..…................18
5.
Tanjung
Benoa........................................................................................................20
6.
Danau Bedugul…………………………………………………….......................20
7.
Museum Perjuangan
Rakyat Bali............................................................................21
8.
Tari
Barong.............................................................................................................22
9.
Pujamandala............................................................................................................23
10. Jalan Tol Tengah
Laut……………………………………………………………24
C. CINDERAMATA…………………………………………………………….24
1.
Joger………………………………………………………………………………24
2.
Pasar Seni Sokawati
……………………………………………………………...25
3.
Cening Bagus..........................................................................................................25
4.
Karang Kurnia ………………………………………………………………........26
BAB III
PENUTUP
1.
Simpulan…………………………………………………..........................................28
2.
Saran…………………………………………………………………......................... 15
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN FOTO
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Indonesia merupakan salah satu Negara
kepulauan yang memiliki banyak tempat pariwisata menarik dan unik yang pantas
untuk di kunjungi. Ragamnya keindahan alam dan budaya di Indonesia bisa menjadi
daya tarik tersendiri bagi wisatawan asing maupun lokal. Salah satu tujuan
wisata yang kaya akan keindahan alam dan budaya yang ada di Indonesia adalah
Bali. Bali merupakan tujuan wisata favorit tidak saja di Indonesia, tapi
seluruh dunia. Sebagai daerah tujuan wisata, Bali konsisten menempatkan sektor
pariwisata sebagai sektor andalan. Pengembangan industri pariwisata di Bali
secara umum menerapkan konsep Pariwisata Budaya, yang secara implisit
memasukkan misi menumbuh suburkan kebudayaan Bali dalam setiap kegiatan pengembangannya.
Di lain pihak, kepariwisataan telah menjadi salah satu industri yang memberikan
dampak besar terhadap pertumbuhan perekonomian Bali. Seperti tercermin dalam
komposisi penyumbang pertumbuhan perekonomian Bali, sektor perdagangan, hotel,
dan restoran selalu menjadi sektor andalan Provinsi Bali. Sehingga tidaklah
salah untuk dikatakan bahwa tingkat perekonomian Bali sangat bergantung pada
pengembangan pariwisata yang berkelanjutan.
B. Rumusan Masalah
1.
Bagaimana Ragam Budaya di Bali?
2.
Apa yang menjadi daya tarik tempat wisata di Bali?
C. Tujuan Penulisan
1.
Untuk mengetahui Ragam Budaya di Bali.
2.
Untuk mengetahui Objek Wisata Menarik yang ada di Bali.
D. Manfaat Atau
Kegunaan Penulisan
Sejalan dengan tujuan penulisan laporan karya
tulis ini, maka ada beberapa manfaat dan kegunaan baik untuk penulis sendiri
maupun untuk pihak lain. Diantaranya adalah:
1.
Kegunaan teoritis
Hasil dari penulisan laporan karya ilmiah ini
dapat digunakan untuk menambah wawasan dan pengetahuan mengenai Ragam
Kebudayaan Dan Objek Wisata yang ada di Indonesia khususnya di Bali.
- Kegunaan praktis
a.
Mengembangkan dan meningkatkan wawasan bagi penulis seputar
bidang yang ditekuni.
b.
Meningkatkan daya pikir penulis guna pembentukan wacana
berfikir.
E. Metodologi
Penulisan
Metode penulisan yang digunakan dalam menyusun karya ilmiah ini
berupa:
1.
Obervasi yaitu dengan melakukan pengamatan secara langsung di
Pulau Bali yang dilaksanak pada tanggal 15-19 Juni 2014.
2.
Studi Pustaka yaitu dengan mencari dan mengumpulkan sumber
bacaan atau informasi yang berkaitan dengan Ragam Budaya dan Wisata yang ada di
Bali. Baik dari buku atau media cetak maupun media elektronik seperti internet.
F. Jadwal keberangkatan
Minggu,
15 Juni 2014
Ø Pukul 07.20 WIB : Berangkat dari rumah.
Ø Pukul 07.45 WIB : Siswa sudah berkumpul di halaman sekolah untuk apel dan diberi
pengarahan.
Ø Pukul 09.10 WIB : Bus berangkat ke Bali.
Ø Pukul 11.30 WIB : Makan siang di rumah makan Surya, kemudian sholat
dzuhur dan ashar di jamak.
Ø Pukul 12.45 WIB : Bus melanjutkan perjalanan
Ø Pukul 17.42 WIB : Makan malam di rumah makan Rahayu
Ø Pukul
18.30 WIB : Bus melanjutkan perjalanan
Ø Pukul
23.15 WIB : Tiba di pelabuhan Ketapang
Senin, 16 Juni 2014
Ø Pukul
01.23 WIB : Rombongan menyebrang
Ø Pukul
01.23 WIB : Rombongan menyebrang
Ø Pukul 02.24 WITA : Tiba di Pelabuhan Gilimanuk
Ø Pukul 06.02 WITA : Tiba di masjid Al-ikhsan untuk
melaksanakan solat subuh
Ø Pukul 06.48 WITA : Menuju pantai sanur
Ø Pukul 07.30 WITA : Meninggalkan pantai sanur dan
menuju hotel
Ø Pukul 09.00 WITA : Tiba di hotel, sarapan dan mandi
Ø Pukul 09.30 WITA : Menuju Tanjung Benoa
Ø Pukul 11.02 WITA : Tiba di Tanjung Benoa
Ø Pukul 12.06 WITA : Meninggalkan Tanjung Benoa
Ø Pukul 12.38 WITA : solat dzuhur yang di jamak dengan
azhar
Ø Pukul
13.59 WITA : Tiba di Pantai Pandawa
Ø Pukul14.40 WITA : Menuju ke Pantai Kuta
Ø Pukul 16.30 WITA : Tiba di Pantai Kuta
Ø Pukul 18.00 WITA : Menuju Pusat Perbelanjaan Karang
Kurnia
Ø Pukul 18.20 WITA : Tiba di Pusat Perbelanjaan Karang
Kurnia
Ø Pukul
19.20 WITA : Menuju Hotel
Ø Pukul
20.15 WITA : Tiba di hotel lalu makan malam dan istirahat
Selasa, 17 Juni 2014
Ø Pukul 05.10 WITA : Bangun,mandi dan Sholat Subuh
Ø Pukul 06.40 WITA : Sarapan Pagi di Hotel
Ø Pukul
07.00 WITA : Berangkat menuju Tari Barong
Ø Pukul 07.30 WITA : Tiba di Tari Barong
Ø Pukul 10:00 WITA : Berangkat menuju Tampak siring
Ø Pukul 10.57 WITA : Tiba di Tampak siring
Ø Pukul 12.06 WITA : Menuju Cening Bagus
Ø Pukul 12.50 WITA : Tiba di Cening Bagus lalu makan
siang
Ø Pukul 14.05 WITA : Meninggalkan Cening Bagus
Ø Pukul 15.40 WITA : Tiba di Museum Bajra Sandi
Ø Pukul 16.20 WITA : Menuju Pasar Seni Sukowati
Ø Pukul 16.58 WITA : Tiba di Pasar Seni Sukowati
Ø Pukul 19.00 WITA : Menuju Hotel
Ø Pukul19.30 WITA
: Tiba di Hotel, persiapan Sholat dan
makan malam
Ø Pukul
20.30 WITA : Tidur malam
Rabu, 18 Juni 2014
Ø Pukul 05.10 WITA : Bangun, persiapan mandi dan Sholat Subuh
Ø Pukul 06.15 WITA : Makan Pagi di Hotel
Ø Pukul 07.00 WITA : Berangkat menuju Joger
Ø Pukul 08.45 WITA : Tiba di Joger
Ø Pukul 09.55 WITA :
Menuju Danau Bedugul
Ø Pukul 12.05 WITA : Tiba di Danau Bedugul dan makan siang
Ø Pukul 13.00 WITA : Perjalanan pulang menuju Purwantoro
Ø Pukul 16.00 WITA : Tiba di Pelabuhan Gilimanuk
Ø Pukul
16.45 WITA : Tiba di Pelabuhan Ketapang
Ø Pukul WITA : Makan malam
Kamis, 19 Juni 2014
Ø Pukul 05.00 WIB : Sampai di sekolah SMA N I Purwantoro
Ø Pukul
05.45 WIB : tiba
dirumah
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Ragam Budaya Bali
Bali adalah
nama salah satu provinsi di Indonesia dan juga merupakan nama
pulau terbesar yang menjadi bagian dari provinsi tersebut. Selain terdiri dari
Pulau Bali, wilayah Provinsi Bali juga terdiri dari pulau-pulau yang lebih
kecil di sekitarnya, yaitu Pulau Nusa Penida, Pulau Nusa Lembongan, Pulau Nusa Ceningan dan Pulau Serangan.
Bali
terletak di antara Pulau Jawa dan Pulau Lombok. Ibukota provinsinya
ialah Denpasar yang terletak di
bagian selatan pulau ini. Mayoritas penduduk Bali adalah pemeluk agama Hindu.
Di dunia, Bali terkenal sebagai tujuan pariwisata dengan keunikan
berbagai hasil seni-budayanya, khususnya bagi para wisatawan Jepang dan Australia.
Bali juga dikenal dengan sebutan Pulau Dewata dan Pulau
Seribu Pura.
Luas wilayah Provinsi
Bali adalah 5.636,66 km² atau 0,29% luas wilayah Republik Indonesia. Secara
administratif Provinsi Bali terbagi atas 9 kabupaten/kota, 55 kecamatan dan 701
desa/kelurahan.
Dengan populasi sebanyak 3.890.000 juta jiwa tahun 2010,
masyarakat Bali merupakan penganut agama Hindu terbanyak. Sebanyak 93,18 %
masyarakatnya menganut agama Hindu Bali, sementara sisanya memeluk agama Islam,
Kristen, dan Budha.
Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah, yang
merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan
sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia.
Dalam bahasa Inggris, kebudayaan
disebut culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa
diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga
kadang diterjemahkan sebagai "kultur" dalam bahasa Indonesia.
Budaya adalah
suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok
orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit,termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas,pakaian, bangunan, dan karya seni. Bahasa, sebagaimana
juga budaya, merupakan
bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung
menganggapnya diwariskan secara genetis.
Bali merupakan tempat
wisata bahari yang menyenangkan mulai dari olah raga modern seperti menyelam,
berlayar, arung jeram dan selancar yang dapat dinikmati oleh ribuan wisatawan
setiap tahunnya. Inilah tempat dimana Anda dapat menikmati kehidupan mewah dari
makanan hingga spa dan pijat yang menjadi puncak kesempurnaan untuk pengalaman
berwisata Anda.
Kentalnya budaya yang
ada di Bali sangat jelas bisa kita lihat disepanjang jalanan pedesaan maupun
perkotaan Bali. Mereka masih melestarikan bangunan-banguna seperti pura dan
patung-patung keagamaan sebagai hiasan rumah dan tempat sembahyang. Masyarakat Bali
merupakan salah satu masyarakat yang sangat menghormati dan menjunjung tinggi
agama dan kepercayaan. Terbukti dengan adanya sesaji yang ada disetiap sudut
tempa-tempat di Bali. Bukan hanya tempat yang disucikan seperti pura, namun
dipusat perbelanjaan juga masih banyak terdapat sesaji.
Berbarengan dengan
peralihan jaman pra sejarah ke jaman sejarah, pengaruh Hindu dari India yang
masuk ke Indonesia diperkirakan memberi dorongan kuat pada lompatan budaya di
Bali. Masa peralihan ini, yang lazim disebut sebagai masa Bali Kuno antara abad
8 hingga abad 13, dengan amat jelas mengalami perubahan lagi akibat pengaruh
Majapahit yang berniat menyatukan Nusantara lewat Sumpah Palapa Gajah Mada di
awal abad 13. Tatanan pemerintahan dan struktur masyarakat mengalami
penyesuaian mengikuti pola pemerintahan Majapahit. Benturan budaya lokal Bali
Kuno dan budaya Hindu Jawa dari Majapahit dalam bentuk penolakan penduduk Bali
menimbulkan berbagai perlawanan di berbagai daerah di Bali. Secara perlahan dan
pasti, dengan upaya penyesuaian dan percampuran kedua belah pihak, Bali
berhasil menemukan pola budaya yang sesuai dengan pola pikir masyarakat dan
keadaan alam Bali.
Berikut adalah beberapa unsur yang termasuk
dalam Budaya Bali :
- Rumah Adat
Menurut filosofi masyarakat
Bali, kedinamisan dalam hidup akan tercapai apabila terwujudnya hubungan yang
harmonis antara aspek pawongan, palemahan, dan parahyangan. Untuk itu,
pembangunan sebuah rumah harus meliputi aspek-aspek tersebut atau yang biasa
disebut ‘’Tri Hita Karana’’. Pawongan merupakan para penghuni rumah. Palemahan
berarti harus ada hubungan yang baik antara penghuni rumah dan lingkungannya.
Pada umumnya,bangunan
atau arsitektur tradisional daerah Bali selalu dipenuhi hiasan, berupa ukiran,
peralatan serta pemberian warna. Ragam hias tersebut mengandung arti tertentu
sebagai ungkapan keindahan simbol-simbol dan penyampaian komunikasi.
Bentuk-bentuk ragam hias dari jenis fauna juga berfungsi sebagai simbol-simbol
ritual yang ditampilkan dalam patung.
- Kesenian Bali
Di Bali terdapat
sejenis tarian yang cukup unik, dan dimainkan terutama oleh laki-laki dimana
jumlah pemainnya mencapai puluhan atau lebih penari yang duduk berbaris dan
melingkar dengan irama tertentu menyerukan suara “cak” sambil mengangkat
kedua tangannya. Hal tersebut menggambarkan ketika barisan kera membantu Rama
melawan
Rahwana dalam kisah Ramayana.
Kecak berasal dari
ritual Sanghyang, yaitu tradisi dimana penarinya akan dalam keadaan tidak sadar
karena melakukan komunikasi dengan Tuhan, atau roh para leluhur yang kemudian
menyampaikan harapan-harapannya kepada masyarakat. Pada tari kecak tidak
menggunakan alat musik dan hanya menggunakan kincringan yang dikenakan pada
kaki para penari yang sedang memerankan tokoh-tokoh Ramayana. Sedangkan para penari
yang duduk melingkar mengenakan kain kotak-kotak yang melingkari pinggang
mereka.
Tari kecak ini di
ciptakan pada tahun 1930-an oleh Wayan Limbak dan dengan seorang pelukis Jerman
Walter Spies. Mereka menciptakan tari tersebut berdasarkan tradisi sanghyang
kuno dan mengambil dari bagian-bagian kisah Ramayana. Tarian ini menjadi
populer ketika Wayan Limbak bersama penari Bali-nya tour berkeliling dunia
mengenalkan tarian Kecak tersebut. Hingga kini tari kecak menjadi tarian seni
khas Bali yang terkenal.
Baberapa jenis kesenian dari provinsi bali :
a.
Tari legong, merupakan tarian yang berlatar belakang kisah cinta Raja
dari lasem. Ditarikan secara dinamis dan memikat hati.
b.
Tari Kecak, sebuah tari berdasarkan cerita dan Kitab Ramayana yang mengisahkan
tentang bala tentara monyet dari Hanuman dari Sugriwa.
- Bahasa
Bali sebagian besar
menggunakan bahasa Bali dan bahasa Indonesia, sebagian besar masyarakat Bali
adalah bilingual atau bahkan trilingual. Bahasa Inggris adalah bahasa ketiga
dan bahasa asing utama bagi masyarakat Bali yang dipengaruhi oleh kebutuhan
industri pariwisata. Bahasa Bali di bagi menjadi 2 yaitu, bahasa Aga yaitu
bahasa Bali yang pengucapannya lebih kasar, dan bahasa Bali Mojopahit.yaitu
bahasa yang pengucapannya lebih halus.
- Pakaian
Pakaian adat Bali kalau dilihat sekilas
terkesan sama. Padahal sebenarnya pakaian adat Bali sangat bervariasi. Dengan
melihat pakaian adat Bali yang dikenakan seseorang dalam suatu acara,
bisa dilihat status ekonomi dan status pernikahannya. Namun, tak dapat
dipungkiri bahwa pakaian adat Bali memiliki keanggunan dan citra tersendiri.
Setidaknya ada tiga jenis pakaian Adat Bali yang umum dikenakan
oleh masyarakat Bali. Pertama, pakaian adat untuk upacara keagamaan. Kedua,
pakaian adat untuk upacara pernikahan. Dan, ketiga adalah pakaian adat untuk
aktivitas sehari-hari. Pakaian Adat khas Bali ini berbeda antara yang dipakai
oleh laki-laki dan perempuan.
Misalnya pemakaian sanggul ke pura oleh remaja
putri. Mereka memakai sanggul atau pusung gonjer sedangkan untuk
perempuan dewasa (sudah menikah) menggunakan sanggul (pusung tagel).
Busana Agung adalah pakaian adat Bali yang paling mewah. Pakaian adat Bali yang
satu ini biasanya dipakai pada rangkaian acara ‘Potong Gigi’ atau Perkawinan.
Busana Agung mempunyai beberapa variasi tergantung tempat, waktu
dan keadaan. Kain yang digunakan dalam pakain adat Bali yang satu ini adalah
wastra wali khusus untuk upacara atau wastra putih sebagai simbol kesucian.
Tapi, tak jarang pula kain dalam pakaian adat Bali ini diganti dengan kain
songket yang sangat pas untuk mewakili kemewahan atau prestise bagi pemakainya.
Sedangkan untuk laki-laki Bali selain
menggunakan kain tersebut sebagai pakaian adat Bali. Mereka juga memakai kampuh
gelagan atau dodot yang dipakai hingga menutupi dada.
Sementara, perempuan Bali sebelum menggunakan Busana Agung
biasanya menggunakan kain lapis dalam yang disebut sinjang tau tapih
untuk mengatur langkah wanita agar tampak anggun.
Pakaian adat Bali selain mempunyai nilai
keindahan, tapi di dalamnya juga terkadung nilai – nilai filosofis dan
simbolik yang tersembunyi dalam bentuk, fungsi, dan maknanya. Itulah sebabnya
dalam pakaian adat Bali dihiasi oleh berbagai ornamen dan simbol yang mempunyai
arti tersindiri.
- Upacara Adat
a. Upacara
Melasti
Melasti merupakan rangkaian dari hari raya nyepi,
dimana upacara melasti dilaksanakan rutin setiap setahun sekali yang
dilaksanakan setiap tahun baru Saka. Tiga atau dua hari sebelum hari raya Nyepi,
umat Hindu biasanya melakukan Penyucian dengan melakukan upacara Melasti
atau disebut juga Melis atau Mekiyis.
Pada hari tersebut, segala sarana
persembahyangan yang ada di Pura diarak ke pantai atau danau, karena laut atau
danau adalah sumber air suci dan bisa menyucikan segala leteh (kotor) di dalam
diri manusia dan alam. Dan seluruh umat hindu melakukan persembahyangan di tepi
pantai dengan tujuan untuk mensucikan diri dari segala perbuatan buruk di masa
lalu dan membuangnya kelaut, ini dilaksanakan sebelum merayakan Tapa Brata
Penyepian.
Makna dari upacara
Melasti adalah suatu proses pembersihan diri manusia, alam dan benda-benda
yang dianggap sakral untuk dapat suci kembali dengan melakukan sembahyang dan
permohonan kepada Hyang Widhi (Tuhan Yang Maha Esa), lewat perantara air
kehidupan (laut, danau, sungai), dengan jalan dihanyutkan agar segala kotoran
tersebut hilang dan suci kembali. Upacara ini juga bertujuan memohon kepada Ida
Sang Hyang Widhi Wasa agar umat Hindu diberi kekuatan dalam melaksanakan
rangkaian Hari Raya Nyepi.
b. Upacara Ngaben
Untuk masyarakat Bali, hanya melalui
pembakaran jenazahlah jiwa dapat dilepaskan dari dunia sementara untuk
mendapatkan kehidupan setelah kematian. Dan untuk menjalani ini beberapa
upacara dan ritual harus diikuti, terutama ketika keturunan kerajaan meninggal.
Pada kematian tubuh harus dibakar oleh api karena jiwa harus kembali pada lima
elemen yang dikenal dengan Panca Maha Buta (bumi, angin, api, air dan
eter) hal ini bertujuan untuk mengirim jiwa pada kehidupan setelah
kematian.
Upacara pembakaran jenazah di Bali mewah dan
mahal. Lebih tinggi status seseorang, persiapan megah dan dekorasi yang
dibutuhkan akan semakin tinggi. Oleh karena itu, jenazah Almarhum harus dikubur
untuk beberapa saat sebelum keluarga dan masyarakat bisa mengumpulan dana yang
cukup. Ini merupakan adat yang umum bagi masyarakat biasa untuk menunggu
pembakaran jenazah seorang bangsawan atau pemuka agama yang nantinya digabung
dalam ritual ngiring untuk pembakaran jenazah keluarga mereka jika
diizinkan.
Beberapa hari sebelum hari pembakaran, jiwa
Almarhum yang mengembara dipanggil untuk bersatu dengan tubuhnya, biasanya
disimbolkan oleh patung orang, dibawa ke rumah untuk dimandikan berulang-ulang,
dipersiapkan oleh anggota keluarga.
Pada malam pembakaran, para pendeta mempersembahkan persembahan
pada kekuatan supranatural yang diminta untuk membuka jalan bagi jiwa,
sementara para anggota keluarga berdoa untuk membebaskan jiwa Almarhum ke
surga.
Hari berikutnya, jenazah dibawa ke alam
terbuka dimana pembakaran diadakan, yang biasanya setelah matahari melewati
titik puncaknya. Ketika semua tubuh sudah terbakar, anggota keluarga
mengumpulkan debu-debu dan tulang Almarhum, dan kemudian patung orang yang
meninggal tersebut dibawa dalam prosesi di laut atau sungai, kemudian debu
dituangkan ke dalam air, kedalam perlindungan dewa laut.
Bulan-bulan atau tahun-tahun berikutnya
setelah pembakaran, ketika dana sudah cukup terkumpul, akan ada upacara-upacara
lagi untuk meyakinkan pemisahan jiwa yang sempurna dari ikatan keduniawian,
bertujuan untuk melepaskan jiwa ke surga. Pada upacara terakhir disebut upacara
nyagara-gunung, Keluarga mengekpresikan terima kasih mereka pada dewa
laut di candi-candi gunung dimana jiwa yang suci diabadikan di candi, untuk
menunggu kelahiran kembali atau kebebasan dari lingkaran kelahiran kembali.
c. Upacara
Pernikahan
Upacara Pernikahan Bali sangat diwarnai dengan
pengagungan kepada Tuhan sang pencipta, semua tahapan pernikahan dilakukan di
rumah mempelai pria, karena masyarakat Bali memberlakukan sistem patriarki,
sehingga dalam pelaksanan upacara perkawinan semua biaya yang dikeluarkan untuk
hajatan tersebut menjadi tanggung jawab pihak keluarga laki – laki. Hal ini
berbeda dengan adat pernikahan
jawa yang semua proses pernikahannya dilakukan di rumah mempelai
wanita. Pengantin wanita akan diantarkan kembali pulang ke rumahnya untuk
meminta izin kepada orang tua agar bisa tinggal bersama suami beberapa hari
setelah upacara pernikahan.
Tahap-tahap Upacaranya adalah sebagai berikut:
(1) Upacara Ngekeb
(2) Mungkah Lawang ( Buka Pintu )
(3) Upacara Mesegehagung
(4) Madengen–dengen
(5) Mewidhi Widana
(6) Mejauman Ngabe Tipat Bantal
B.
Wisata Menarik Di Bali
Pariwisata atau turisme adalah
suatu perjalanan yang
dilakukan untuk rekreasi atau liburan, dan juga persiapan yang dilakukan untuk
aktivitas ini. Seorang wisatawan atau turis adalah
seseorang yang melakukan perjalanan paling tidak sejauh 80 km (50 mil) dari
rumahnya dengan tujuan rekreasi, merupakan definisi oleh Organisasi Pariwisata
Dunia.
Definisi yang lebih
lengkap, turisme adalah industri jasa.
Mereka menangani jasa mulai dari transportasi, jasa keramahan, tempat tinggal, makanan, minuman, dan jasa bersangkutan
lainnya seperti bank, asuransi, keamanan, dll. Dan juga menawarkan tempat istrihat,
budaya, pelarian, petualangan, dan pengalaman baru dan berbeda lainnya.
Banyak negara, bergantung
banyak dari industri pariwisata ini sebagai sumber pajak dan pendapatan untuk
perusahaan yang menjual jasa kepada wisatawan. Oleh karena itu pengembangan
industri pariwisata ini adalah salah satu strategi yang dipakai oleh Organisasi Non-Pemerintah untuk mempromosikan
wilayah tertentu sebagai daerah wisata untuk meningkatkan perdagangan melalui
penjualan barang dan jasa kepada orang non-lokal.
Menurut Undang
Undang No. 10/2009 tentang Kepariwisataan, yang dimaksud dengan pariwisata
adalah berbagai macam kegiatan wisata yang didukung oleh berbagai fasilitas
serta layanan yang disediakan masyarakat, pengusaha, Pemerintah dan Pemerintah
Daerah
Menurut sumber, Bali sudah di jadikan sebagai
pulau tujuan wisata sejak tahun 1930-an dimulai dari datangnya tourist asing
yang terpesona akan pemandangan alam Bali. Dahulu, penduduk Bali mayoritas
bekerja sebagai petani, pelaut dan pekerjaan yang berhubungan dengan alam
lainnya. Sejak tahun 1930-an pemerintah pusat mendukung penuh untuk pembangunan
berbagai tempat wisata di Bali.
Karena keindahan alam dan budaya yang dimiliki
Bali, maka tak heran jika objek wisata Bali mendapat perhatian khusus dari
pemerintah dan para investor luar negeri. Seiring berjalannya waktu, objek
wisata di Bali terus berkembang dan beraneka ragam.
Berikut adalah beberapa Objek Wisata yang ada di Bali :
- Istana Kepresidenan Tampaksiring
Istana Kepresidenan Tampaksiring Bali adalah
salah satu dari 5 (lima) Istana Kepresidenan yang merupakan satu-satunya istana
bercorak khas Indonesia yang diprakarsai oleh Putra Bangsa Indonesia, yaitu
Ir.Soekarno, dan satu-satunya pula istana yang dibangun setelah Indonesia Merdeka,
yaitu tahun 1957-1963.Terletak diantara Desa Tampaksiring dan Desa Manukaya,
Kec. Tampaksiring, Kab. Gianyar, Prop. Bali, ± 700 meter DPL (Diatas Permukaan
Laut).
Istana Kepresidenan Tampaksiring ini tidak
dibuka untuk umum atau untuk pariwisata, namun beberapa instasi seperti sekolah
yang ingin mengunjungi Istana Tampaksiring ini sebelumnya harus mengirimkan
surat permohonan izin kepada pihak pengelola Istana Tampaksiring. Setiap
pengunjung Istana Tampaksiring dilaporkan kepada pemerintah pusat di Jakarta
dengan mengirimkan rekaman pengunjung.
Terdiri dari lima gedung utama yaitu Wisma
Merdeka, Wisma Negara, Wisma Yudistira, Wisma Bima Dan Gedung Konfarensi.
Selain itu terdapat pula Pendopo dan Warttitan.
a. Wisma Merdeka
Luasnya 1.200 M2, selesai dibangun
tahun 1960, berfungsi untuk peristirahatan Presiden RI beserta keluarga,
memiliki 9 kamar tidur.
Jembatan Persahabatan merupakan penghubung antara Wisma Merdeka
dengan Wisma Negara dengan panjang 40 M dan lebar 1,5 M. Tamu-tamu Negara yang
berkunjung untuk membina persahabatan diantar melalui jembatan ini dari Wisma
Merdeka menuju Wisma Negara. Dinamai Jembatan Persahabatan karena melambangkan
hubungan bilateral antara Indonesia dengan Negara tetangga.
b. Wisma Negara
Luasnya 1.476 M2 , selesai dibangun
tahun 1960, berfungsi untuk akomodasi Tamu Negara/Kepala Negara Asing yang
berkunjung ke Istana Tampaksiring. Dibangun di atas tanah berbukit dan kedua
bukit yang cukup dalam (± 15 M) yang diatasnya dibangun jembatan. Memiliki 7
kamar tidur.
c. Wisma Yudistira
Memiliki luas 1.825 M2, dan selesai
dibangun tahun 1964. Wisma ini terletak ditengah kompleks Istana Tampaksiring,
berfungsi untuk tempat peristirahatan Pejabat Tinggi/Pejabat Negara, Perangkat
Kepresidenan serta para pendamping Tamu-Tamu Agung. Memiliki 17 kamar tidur.
d. Wisma Bima
Dengan luas 2.450 M2 dan selesai
dibangun awal tahun 1963. Wisma ini terletak dibagian Selatan komplek Istana
Tampaksiring. Berfungsi untuk tempat para Pegawal Presiden/Tamu Negara dan
petugas keamanan.
e. Gedung Konfarensi
Dengan luas 1.882 M2, dibangun
tahun 2003, terdiri dari lobby, ruang utama, dan dua holding room, beratap
sirap ditopang pilar dari pohon kelapa, dan dihiasi 3 buah lampu gantung
berornamen Garuda Bali. Ruang utamanya merupakan ruang pertemuan, dapat juga
dipergunakan sebagai ruang resepsi dan jamuan makan malam kenegaraan.
f. Pandopo
Bangunan ini beratap ilalang (direnovasi tahun
2004 diganti atap sirap/kayu), mempunyai stage dan pada kedua sisinya terbuka
(tidak bertembok). Luasnya 600 M2. Dibangun tahun 1960. Merupakan tempat
pementasan acara malam kesenian.
g. Balai Wantilan
Beranda dibagian depan Istana Tampaksiring
dengan luas 925 M2 dibangun tahun 2004, beratap sirap, memiliki panggung
pagelaran dan bersement yang berfungsi sebagai Ruang Hias.
h. Paviliun
Terdapat 10 unit dengan luas 66 M2/unit.
Terletak dibagian Tenggara, digunakan sebagai akomodasi para pejabat pendamping
Presiden atau Tamu Negara.
i. Gelung Kori
Agung
Merupakan Pintu Masuk Khas Bali yang biasa
terdapat pada bangunan Pura Besar Istana/Kerajaan di Bali. Gedung Kori Agung
ini difungsikan sebagai pintu masuk pengunjung/wisatawan.
- Pantai Kuta
Pantai Kuta adalah
sebuah tempat pariwisata yang terletak di sebelah selatan Denpasar, ibu kota Bali, Indonesia.
Kuta terletak di Kabupaten Badung.
Daerah ini merupakan sebuah tujuan wisata turis mancanegara, dan telah menjadi
objek wisata andalan Pulau Bali sejak awal 70-an. Pantai Kuta sering pula
disebut sebagai pantai matahari terbenam (sunset beach)
sebagai lawan dari pantai Sanur.
Untuk tiket masuk ke
pantai Kuta tidak dikenakan biaya. Tetapi jika Anda datang dengan menggunakan
kendaraan pribadi, maka Anda harus membayar biaya parkir sebesar Rp. 5.000,-
per kendaraan.
Dibutuhkan waktu sekitar
10 menit dari Bandara Internasional Ngurah Rai ke Pantai Kuta. Transportasi
yang dapat digunakan yaitu, taksi, kendaraan pribadi atau
bus. Jika menggunakan bus, akan berhenti di Central Parkir Kuta. Dari sini,
Anda dapat melanjutkan perjalanan menuju pantai dengan transportasi umum,
dengan tarif Rp. 10.000,-
Pantai Kuta adalah
pantai yang indah dan ramai. Ini adalah surga bagi wisatawan asing. Dimana
disepanjang jalan Legian, terdapat banyak toko dan restoran serta bar yang bisa
dikunjungi dan ramai akan wisatawan asing. Jika anda berjalan disepanjang jalan
Legian, anda akan merasa bahwa tempat ini seperti luar negeri. Dimana semua
orang yang berlalu lalang merupakan orang asing.
- Pantai Pandawa
Pantai Pandawa terletak di desa Kutuh
Kecamatan Kuta selatan , Kabupaten Badung Bali, 3 km dari kawasan Wisata Nusa dua dan dan Pura Uluwatu untuk menuju kawasan
ini saat ini masih dalam perbaikan akses jalan menuju Pantai pandawa karena kita akan
melewati tebing batu kapur yang saat ini masih dalam tahap perbaikan. selain
penduduk lokal yang menjadikan Pantai
Pandawa ini sebagai tempat mereka bertani rumput laut. Pantai Pandawa sendiri sudah
dilengkapi dengan kedai makan dan minum untuk wisatawan karena aktivitas yang
biasa yang dilakukan adalah paragliding. Nama Pandawa Beach sendiri diambil
dari tokoh pewayangan karena pantai ini setiap tahunnya dijadikan
sebagai tempat untuk melakukan upacara melasti.Di jalan menuju
pantai ini terdapat patung dari lima tokoh pewayangan Pandawa dan akan menjadi
salah satu daya tarik bagi wisatawan yang tidak saja gemar berwisata di pantai
ini akan tetapi bisa mengabadikan tokoh pewayangan ini.
Saat memasuki
kawasan Pantai Pandawa kita akan disuguhkan oleh tebing kapur di sisi kanan dan
kiri jalan. Hal ini tentu membuat pengunjung terkagum-kagum dan terpesona akan
keindahan alamnya.
Pantai dengan pasir
putih yang masih bersih ini cukup banyak pengunjungnya, terlebih wisatawan
asing yang sedang berjemur.
Akses menuju Pantai Pandawa :
Dari Denpasar : Arahkan kendaraan menuju
Uluwatu. Sampai ketemu perempatan yang di kanan jalan ada supermarket Nirmala
anda bisa belok kiri ke arah Nusa Dua. Kurang lebih 2 KM ada
pertigaan, belok kiri lagi ke arah Nusa Dua. Kurang lebih 1 KM pas jalan
tanjakan ada papan penunjuk jalan Pantai Pandawa belok kanan
dan ikutin jalan itu sampai ketemu jalan beraspal mulus di kanan kiri ada
tebing yang dikeruk. Anda akan dikenakan restribusi masuk sebesar Rp. 2000,-.
Untuk sepeda motor. Ikuti jalan itu hingga ketemu tebing yang ada patung
pandawa terus hingga ketemu jalan menurun menuju Pantai Pandawa.
- Pantai Sanur
Pantai Sanur adalah
sebuah tempat pelancongan pariwisata yang terkenal di
pulau Bali. Tempat ini letaknya adalah persis di
sebelah timur kota Denpasar, ibukota Bali. Sanur berada diKotamadya Denpasar.
Karena memiliki ombak yang cukup tenang,
maka pantai Sanur tidak bisa dipakai untuk surfing layaknya Pantai Kuta.
Tak jauh lepas Pantai Sanur terdapat juga lokasi wisata selam dan snorkeling.
Oleh karena kondisinya yang ramah, lokasi selam ini dapat digunakan oleh para
penyelam dari semua tingkatan keahlian.
Pantai Sanur juga dikenal sebagai Sunrise
beach (pantai Matahari terbit) sebagai lawan dari Pantai Kuta.
Karena lokasinya yang berada di sebelah
timur pulau Bali, maka pantai Bali ini menjadi lokasi yang tepat untuk
menikmati sunrise atau Matahari terbit. Hal ini menjadikan tempat wisata ini
makin menarik, bahkan ada sebuah ruas di pantai Sanur ini yang bernama pantai
Matahari Terbit karena pemandangan saat Matahari terbit sangat indah jika dilihat
dari sana.
Sepanjang pantai Bali ini menjadi tempat
yang pas untuk melihat Matahari terbit. Apalagi sekarang sudah dibangun semacam
sanderan yang berisi pondok-pondok mungil yang bisa dijadikan tempat
duduk-duduk menunggu Matahari terbit. Selain itu, ombak di pantai ini relatif
lebih tenang sehingga sangat cocok untuk ajang rekreasi pantai anak-anak dan
tidak berbahaya.
Pada masa kolonial Belanda, Pantai Sanur
terkenal sebagai lokasi pendaratan bala tentara Belanda ketika akan menyerang
Kerajaan Badung yang dianggap membangkang pada pemerintah kolonial. Perang yang
terjadi pada tanggal 18 November 1906 itu kemudian dikenal sebagai Puputan
Badung, yaitu semangat perang sampai mati yang dipraktekkan oleh Raja
Badung dan pengikut-pengikutnya.
Dari segi pariwisata, Pantai Sanur mulai
dikenalkan ke dunia internasional oleh A. J. Le Mayeur, seorang pelukis dari
Belgia yang datang ke Bali pada tahun 1932. Melihat daya tarik Pantai Sanur
yang sangat indah, maka Le Mayeur memutuskan untuk menetap di Sanur dengan mendirikan
sanggar melukis. Le Mayeur kemudian menikah dengan gadis Bali bernama Ni Nyoman
Pollok, seorang penari Legongyang terkenal dan merupakan salah satu
model lukisannya.
Melalui lukisan Le Mayeur, Pantai Sanur
mulai dikenal oleh dunia internasional. Saat ini, sanggar lukis tersebut telah
menjadi Museum Le Mayeur dan dapat dikunjungi oleh
publik. Museum Le Mayeur berada dalam area wisata Pantai
Sanur.
5.
Tanjung Benoa
Tanjung Benoa merupakan tempat wisata di Bali
yang terkenal akan pantainya. Tempat ini juga merupakan sarana wahana air
seperti banana boat, scuba diving, surfing,
dll. Selain itu, terdapat pelayaran menuju Pulau Penyu tempat hidup
seekor kura-kura, ular,jalak bali, dan sebagainya.
Harga yang dikenakan kepada pengunjung untuk
menikmati berbagai sarana olahraga air tersebut berkisar antara 150 ribu hingga
200 ribu. Dengan harga tersebut secara tertulis disebutkan bahwa pengunjung
bisa menikmatinya dalam kurun waktu 10-15 menit.
Satu paket dengan perjalanan ke Pulau Penyu,
pengunjung juga bisa melihat objek wisata bawah laut. Perahu yang digunakan,
telah didesain sedemikian rupa sehingga pada bagian dasar tengah perahu telah
dipasang kaca yang memungkinkan bagi pengunjung untuk melihat dasar laut yang
dangkal tanpa perlu berbasah-ria. Paket wisata yang satu ini bisa dibilang
paling murah diantara yang lainnya. 50 ribu tiap orang untuk menyewa kapal.
Dari dalam perahu pengunjung bisa melihat ikan-ikan khas air laut yang kaya
akan warna di bagian tubuhnya. Agar ikan-ikan tersebut mau berkumpul pengemudi
kapal menebarkan roti tawar kelaut sebagai pancingan.
Setelah memasuki kawasan pulau penyu, kita
dikenkan biaya 5 ribu rupiah setiap orang. Di sana kita bisa melihat banyak
hewan bukan hanya Penyu. Tapi burung, ular dan lain-lain.
6.
Bedugul
Bedugul berasal dari kata Bedogol.
Bedugul ini adalah danau beratan yang paling dangkal, di daerah danau Bedugul
ini banyak terdapat hasil pertanian. Hasil pertanian disini yang paling banyak
dijumpai adalah buah buahan dan sayuran. Banyak jenis buah-buahan disini
diantaranya adalah buah markisa, buah anggur, dan buah manila.
Danau Bedugul terletak di Kabupaten Tabanan.
Danau Bedugul ini merupakan tempat wisata pilihan di Bali, Suhu udara di
Bedugul jauh lebih dingin dibandingkan tempat wisata lainnya.. Kawasan wisata
Bedugul, yang terletak di kabupaten Tabanan, menawarkan suasana perbukitan yang
menyejukkan dan keindahan danau Tamablingan. Tempat ini juga menawarkan suasana
perbukitan dengan suhu sekitar 18 derajat celcius plus danau yang begitu indah.
Untuk menikmati keindahan danau di sini, cukup dengan menyewa speed boat anda
dapat berkeliling danau. Dekat dengan danau ini juga anda dapat menikmati
hidangan santap siang di restoran lokal dengan menu masakan Indonesia maupun
juga internasional.
Bedugul terletak di Kecamatan Baturiti,
Kabupaten Tabanan Bali. Jaraknya sekitar 62,6 km atau sekitar 1 jam 14 menit
dari Bandara International Ngurah Rai dan 40 km dari Kota Singaraja lewat
perjalanan darat. Tempat wisata di Bali ini menawarkan, keindahan pemandangan
alam daerah pegunungan dan danau. Terletak pada ketinggian 1.240 meter dari
permukaan laut, dengan temperatur rata-rata 18 Celcius pada malam hari dan 24
Celcius pada siang hari. Tempatnya yang tinggi membuat obyek wisata ini selalu
berhawa dingin dan berkabut.
7.
Museum Perjuangan Rakyat Bali
Museum Perjuangan Rakyat
Bali tercetus Pada Tahun 1980. Berawal dari ide Dr. Ida Bagus Mantra yang saat
itu adalah Gubernur Bali. Ia mencetuskan ide awalnya tentang museum dan monumen
untuk perjuangan rakyat Bali. Lalu pada tahun 1981, diadakan sayembara desain
monumen, yang dimenangkan oleh Ida Bagus Yadnya, yang adalah seorang mahasiswa
jurusan arsitektur Fakultas Teknik Universitas Udayana. Lalu pada tahun 1988
dilakukan peletakan batu pertama dan selama kurang lebih 13 tahun pembangunan
monumen selesai. Tahun 2001, bangunan fisik monumen selesai. Setahun kemudian,
pengisian diorama dan penataan lingkungan monumen dilakukan. Pada bulan
September 2002, SK Gubernur Bali tentang penunjukan Kepala UPTD Monumen
dilaksanakan. Dan akhirnya, pada tanggal 1 Agustus 2004, Pelayanan kepada
masyarakat dibuka secara umum, setelah sebelumnya pada bulan Juni 2003
peresmian Monumen dilakukan oleh Presiden RI pada saat itu Ibu Megawati
Soekarnoputri.
Monumen
yang terletak di kawasan Lapangan
Renon ini memang sangat menarik perhatian bagi semua orang karena tempatnya
yang terawat dengan baik dan bersih dan lengkap dengan menara yang menjulang ke
angkasa yang mempunyai arsitektur khas Bali yang indah. Lokasi monumen ini juga
sangat strategis karena terletak di depan Kantor Gubernur Kepala Daerah Tingkat
I Bali yang juga di depan Gedung DPRD Provinsi Bali tepatnya di Lapangan Renon Nitimandala. Tempat ini
merupakan tempat pertempuran jaman kemerdekaan antara rakyat Bali melawan
pasukan penjajah. Perang ini terkenal dengan sebutan "Perang Puputan" yang
berarti perang habis-habisan. Monumen ini didirikan untuk memberi penghormatan
pada para pahlawan serta merupakan lambang penghormatan atas perjuangan rakyat
Bali.
8.
Tari Barong
Tari Barong adalah tarian khas Bali yang
berasal dari khazanah kebudayaan Pra-Hindu. Tarian ini menggambarkan
pertarungan antara kebajikan (dharma) dan kebatilan (adharma). Wujud kebajikan
dilakonkan oleh Barong, yaitu penari dengan kostum binatang berkaki empat,
sementara wujud kebatilan dimainkan oleh Rangda, yaitu sosok yang menyeramkan
dengan dua taring runcing di mulutnya.Ada beberapa jenis Tari Barong yang biasa
ditampilkan di Pulau Bali, di antaranya Barong Ket, Barong Bangkal (babi),
Barong Gajah, Barong Asu (anjing), Barong Brutuk, serta Barong-barongan. Namun,
di antara jenis-jenis Barong tersebut yang paling sering menjadi suguhan wisata
adalah Barong Ket, atau Barong Keket yang memiliki kostum dan tarian cukup
lengkap.Kostum Barong secara umumnya menggambarkan perpaduan antara
singa, harimau, dan lembu. Di badannya dihiasi dengan ornamen dari kulit,
potongan-potongan kaca cermin, dan juga dilengkapi bulu-bulu dari serat daun
pandan.Barong ini dimainkan oleh dua penari (juru saluk/juru bapang) satu
penari mengambil posisi di depan memainkan gerak kepala dan kaki depan Barong,ementara
penari kedua berada di belakang memainkan kaki belakang dan ekor Barong.
Secara sekilas, Barong Ket tidak jauh berbeda dengan Barongsai yang biasa dipertunjukkan oleh masyarakat Cina. Hanya saja, cerita yang dimainkan dalam pertunjukan ini berbeda, yaitu cerita pertarungan antara Barong dan Rangda yang dilengkapi dengan tokoh-tokoh lainnya, seperti Kera (sahabat Barong), Dewi Kunti, Sadewa (anak Dewi Kunti), serta para pengikut Rangda.
Secara sekilas, Barong Ket tidak jauh berbeda dengan Barongsai yang biasa dipertunjukkan oleh masyarakat Cina. Hanya saja, cerita yang dimainkan dalam pertunjukan ini berbeda, yaitu cerita pertarungan antara Barong dan Rangda yang dilengkapi dengan tokoh-tokoh lainnya, seperti Kera (sahabat Barong), Dewi Kunti, Sadewa (anak Dewi Kunti), serta para pengikut Rangda.
9.
Pujamandala
Puja
Mandala Nusa Dua mulai dibangun tahun 1994 atas bantuan PT. BTDC (Bali Tourism
Development Centre) yang memberikan bantuan tanah untuk membangun kelima tempat
ibadah tersebut. Tanah itu dibagi sama besar dan luasnya.selanjutnya, Untuk
pendirian bangunan diserahkan sepenuhnya oleh umat masing-masing agama, dengan
aturan pendirian bangunan tersebut harus sama tingginya.
Tahun 1997, Puja Mandala
Nusa Dua secara resmi disaahkan oleh Menteri Agama Bapak Tarmidzi Taher. Saat
itu hanya Gereja Bunda Maria Segala Bangsa (Katholik), Jemaat Bukit Doa
(Protestan) dan Masjid Ibnu Batutah yang sudah selesai pembangunannya.
Sedangkan, Wihara Budhina Guna (Budha) baru selesai pembangunannya pada tahun
2003.
Di
sekitar komplek banyak terdapat ruko, toko, dan warung-warung. Dalam jarak satu
kilometer dari komplek Puja Mandala, Nusa Dua, terdapat komplek perumahan. Satu
kilometer ke arah atas, terdapat perumahan Puri Campial, Pondok Campial, dan
Campial Indah, sedangkan satu kilometer ke bawah terdapat perumahan Bualu Indah
2. Dengan suasana perbukitan yang sejuk semakin menambah keindahan komplek
tersebut.
10.
Jalan Tol Tengah Laut/Jalan Tol Bali Mandara
Jalan Tol Bali Mandara
adalah jalan
tol pertama di Provinsi Bali,
Indonesia.
Jalan Tol Bali Mandara menghubungkan Nusa Dua,
Ngurah
Rai, dan Benoa.
Jalan tol ini memiliki panjang total 12,7 km dan sebagian besar berada di atas
laut. Jalan tol ini diresmikan oleh Presiden RI,
Susilo Bambang Yudhoyono
pada tanggal 23 September 2013
di Bali.
Jalan Tol Bali Mandara juga dinobatkan sebagai jalan tol terindah dunia. Pada KTT APEC
di Bali, jalan tol ini juga dilalui oleh beberapa pemimpin negara.
C.
Cinderamata
1.
Joger
Joger,
dikenal dengan pabrik kata-kata yang
berlokasi di kawasan jalan raya Kuta dan di Desa Luwus Bedugul Bali. Untuk yang
ada di Kuta tempatnya sangat strategis dan hanya memerlukan waktu 10 menit dari
bandara Ngurah Rai. Untuk pastinya,alamat
Joger Bali berada di Jalan Raya Kuta.
Nama Joger diambil dari nama pemiliknya sendiri yaitu bapak Joseph
Theodorus Wulianadi yang digabung dengan nama sahabatnya Bapak Gerard.
Sahabatnya ini sangat berjasa dalam merintis usaha pabrik kata kata ini. Pada
tahun 1981 Joseph diberi hadiah pernikahan oleh Gerard sebesar US $ 20.000
sebagai modal dari usahanya. Awalnya dibuka di alamat Jalan Sulawesi no 37
Denpasar, namun sejak tanggal 7 Juli 1987 toko ini pindah ke tempatnya sekarang
di alamat Jalan Raya Kuta sebelah supermarket Supernova.
Setiap pengunjung yang akan memasuki oleh-oleh Joger ini akan disapa
dengan ramah dan akan ditempeli stiker sebagai tanda masuk VIP dan akan
dilakukan scaning. Didalam galery
Joger ini ada ruangan yang khusus memajang koleksi T-shirt, ruangan
khusus souvenir seperti mug, sandal, gantungan kunci dan lain sebagainya.
Selain itu ada juga ruangan yang unik bagi anda yang ingin mencari T-Shirt anak-anak
karena anda diharuskan masuk melalui pintu yang memiliki tinggi sekitar 1,5
meter saja. Tentu bisa dimengerti karena memang untuk anak-anak. Joger Bali
hanya satu-satunya tempat di Indonesia yang menjual jam terbalik dan merupakan
ciri khas oleh-oleh Joger Bali.
Ada juga ruangan di pojok yang menawarkan souvenir berupa guci dan
pernak-pernik lainnya.
Dari segi harga tentunya relatif murah dan
tentunya pula kualitas barang yang ada di Joger ini sangat bagus. Cocok untuk
anda yang menginginkan oleh-oleh yang unik dan memiliki ciri khas.
Selain di jalan raya
Kuta, Joger kini telah membuka cabangnya di jalan raya menuju ke Bedugul yang
disebut Temannya Joger.
2.
Pasar Seni Sukowati
Pasar Sokawati
merupakan salah satu pasar tradisional yang terletak sekitar 30 km arah timur
Denpasar (40 menit perjalanan dari Kuta). Di tempat ini, kita bisa berbelanja
sepuas mungkin untuk mendapatkan barang-barang atau benda-benda yang kita
inginkan. Pasar ini sangat terkenal di Pulau Bali, banyak para wisatawan baik
dalam negeri maupun asing datang ke tempat ini. Di pasar ini, harga yang
ditawarkan cukup mahal, tapi anda tak perlu khawatir, karena di tempat ini anda
dapat menawar serendah mungkin. Di pasar ini segala jenis batang-barang yang
berkaitan dengan mudah. Selain itu disini juga menjual souvenir-souvenir dan
pakaian-pakaian khas Bali.
Setiap kios di
pasar ini mempunyai sesajen dengan aroma yang khas. Mereka sangat percaya bahwa
dengan adanya sesajen artinya kita melakukan sembahyang atau bedoa. Hal itu
dilakukan supaya usaha mereka lancar.
3.
Cening Bagus
Cening Bagus berdiri pada tanggal 27 April
2009, berdiri di tanah milik desa yang berada di Jln. Raya Batu bulan
100X, Sukowati, Gianyar, Bali. Cening Bagus berdiri atas gagasan untuk mambantu
pengrajin kecil di Gianyar bali. Perusahaan ini berdiri dari nol/usaha kecil,
setiap dua bulan sekali Cening Bagus melakukan evaluasi untuk pengembangan
selanjutnya. Dalam pendirian Cening Bagus terdapat visi dan misi cening bagus,
visi dari Cening Bagus adalah “Membantu pengrajin kecil (home industri) menuju
kesejahteraan”, sedangkan misi dari cening bagus adalah “Pariwisata Bali
makin lama makin berkembang seiring dengan himbauan pemerintah Bali khususnya
bidang pariwisata untuk ikutan dildalam memajukan pariwisata di Bali”, yang
membuat Cening Bagus dapat dkembangkan seperti saat ini.
Cening Bagus sebagai salah satu perusahaan
yang bergerak dibidang jasa dan penjualan produk oleh-oleh khas Bali.
Cening Bagus juga mempunyai peranan penting dalam kebangkitan perkembangan
wisata di Bali, khususnya paska ledakan bom (dikenal dengan Bom Bali I dan II)
dimana Cening Bagus menjual pelayanan jasa/memandu kepada wisatawan dalam
menjalajahi pariwisata di Bali. Selain itu Cening Bagus juga berperan penting
dalam pengembangan industri, khususnya industri-industri kerajinan perumahan,
dimana Cening Bagus merekomendasikan para wisatawan yang menggunakan jasanya
untuk berkunjung kegalerinya yang berisi berbagai produk khas Bali dan luar Bali. Cening Bagus juga
bekerja sama dengan pemerintah dalam upaya memajukan pariwisata di bali.
Di Cening Bagus pula, kami rombongan dari Smansa Mewah melakukan makan siang
dan sholat dzuhur. Setelah selesai, kami pun segera kembali ke bus
masing-masing kemudian melanjutkan perjalanan kembali.
4.
Karang Kurnia
Karang Kurnia adalah pusat
oleh-oleh di pulau Bali yang didirikan oleh I Gede Wireyasa di Karang Kurnia
ditemukan berbagai jenis kerajinan, oleh-oleh dan berbagai jenis makanan,
sebagai contoh lukisan, patung, pakaian anak dan dewasa, bed cover, pernak
pernik, batik, dompet. Barang-barang tersebut tidak asli dibuat oleh orang Bali
melainkan banyak yang diambil dari pulau Jawa seperti batik.
Di Karang Kurnia juga
terdapat bermacam-maam aksesoris yang dapat ditulisi dengan kata-kata
sesuai dengan keinginan kita. Harga-harga di Karang Kurnia lumayan
murah dibandingkan Cah Ayu atau pasar lain di Bali. Dengan lahan parkir yang
cukup luas dan suasana yang lumayan segar membuat pengunjung nyaman.
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Berdasarkan pembahasan
pada bab sebelumnya dapat dibuat kesimpulan sebagai berikut :
- Objek wisata di pulau Bali
memiliki karakteristik / daya tarik tersendiri bagi wisatawan domestik
maupun mancanegara. Hal tersebut yang membuat pulau Bali dijadikan sebagai
tempat berlibur maupun sebagai tempat kunjungan Study Tour.
- Pesona alam serta kebudayaan
yang ada di pulau Bali membuat wawasan peserta Study Tour akan
kebudayaan Nusantara bertambah.
- Keunikan dan ciri khas
tersendiri dari pulau Bali membuat Indonesia semakin terkenal di dunia
luar serta menghasilkan devisa yang besar bagi Indonesia.
- Dalam Study Tour ini
peserta dapat lebih memahami dan menghormati budaya-budaya yang masih
kental yang berada di Indonesia serta dapat mengembangkan rasa persatuan
dan kesatuan bangsa tanpa membeda-bedakan golongan, ras, budaya, dan
agamanya.
Pulau Bali merupakan salah satu pulau di Indonesia yang memiliki
banyak keindahan alam dan kebudayaannya yang khas khususnya budaya seni tari
dan seni pahat. Oleh karena itu, banyak wisatawan domestik maupun luar negeri yang
ingin mengunjungi pulau ini. Tujuan mereka datang berkunjung salah satunya
adalah untuk melihat dari dekat bagaimana sosok Bali yang sebenarnya dan
mempelajari budaya – budaya Bali khususnya seni tari dan seni pahat.
Selain budaya dan panorama alam yang disebutkan di atas ada juga
budaya yang tidak kalah menariknya yaitu upacara adat yang dilakukan oleh
sebagian besar penduduk Bali yang mayoritas beragama Hindu. Di sana apabila ada
orang yang meninggal sering sekali diadakan Upacara Ngaben atau pembakaran
mayat. Upacara Ngaben ini dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu secara masal
atau secara individual bagi keluarga yang mampu. Kebanyakan dalam pelaksanaan
Upacara Adat sering disajikan tarian – tarian khas dari Pulau Bali.
B. SARAN
- Bagi sekolah
- Sekolah diharapkan dapat
menganjurkan kepada biro perjalanan agar menyusun jadwal perjalanan dengan
cermat, agar peserta Study Tour dapat mengikuti Study Tour
dengan teratur.
- Sekolah sebaiknya dapat memberi
keringanan biaya bagi siswa-siswi yang kurang mampu atau kesulitan biaya
untuk mengikuti Study Tour sehingga tidak ada siswa-siswi yang
tidak bisa mengikuti Study Tour karena kendala biaya.
- Sekolah diharapkan memberi
waktu yang lebih lama bagi siswa untuk mengerjakan karya tulis.
- Bagi guru pendamping
- Sebaiknya lebih mengawasi,
menasehati, dan melarang siswa melakukan tindakan berbahaya sehingga tidak
terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti murid tertinggal.
- Diharapkan lebih mendisiplinkan
para murid agar murid lebih dapat membawa diri untuk bersikap dalam bergaul.
- Lebih memperhatikan kesehatan
murid, khususnya keadaan murid yang kurang sehat selama perjalanan.
- Diharapkan dapat menjadi orang
tua dan teman bagi siswa-siswi selama Study Tour sehingga dapat
lebih akrab.
- Sebaiknya lebih tegas menindak
siswa-siswi yang tidak taat dan mencemarkan nama baik sekolah.
- Diharapkan lebih sigap
menangani kejadian-kejadian di luar dugaan yang bersifat mengganggu
program Study Tour.
- Bagi siswa
- Siswa diharapkan tidak hanya
memanfaatkan Study Tour sebagai sarana rekreasi, namun juga sebagai
sarana belajar untuk menambah wawasan.
- Siswa diharapkan tertib dan
disiplin agar perjalanan Study Tour berjalan lancar.
- Siswa diharapkan dapat menjaga
sikap selama Study Tour, serta memperhatikan semua perintah atau
peraturan dari biro tour, guru pembimbing dan tour guide
demi keamanan pribadi.
- Siswa diharapkan dapat menjaga
barang-barang berharga dan pribadi masing-masing, agar tidak membebani
guru pembimbing.
- Siswa diharapkan ikut menjaga
kebersihan dan kelestarian objek-objek wisata yang dikunjungi.
- Siswa dianjurkan tidak
bepergian seorang diri di objek-objek wisata maupun pada waktu bebas untuk
mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
- Selama Study Tour siswa diharapkan pandai-pandai menawar barang sebelum membeli, karena harga barang-barang di Bali relatif mahal. Harga barang yang dijual dipatok untuk wisatawan mancanegara.
DAFTAR PUSTAKA
http://id.wikipedia.org/wiki/bali di akses pada tanggal 5 Juli 2014
http://id.wikipedia.org/wiki/Budaya di
akses pada tanggal 5 Juli 2014
http://www.gobalitour.com/melasti.html di akses pada tanggal 5 Juli 2014
http://www.indonesia.travel/id/destination/277/ubud/article/50/upacara-pembakaran-jenazah-paling-megah-di-bali di akses pada tanggal 5 Juli 2014
http://pernikahanadat.blogspot.com/2010/01/pernikahan-adat-bali.html
di akses pada tanggal 5 Juli 2014
http://id.wikipedia.org/wiki/Pariwisata di
akses pada tanggal 5 Juli 2014
http://id.wikipedia.org/wiki/Pantai_Kuta di akses pada tanggal 5 Juli 2014
http://www.gobalitour.com/pandawa-beach-bali.html di akses pada tanggal 5 Juli 2014
http://white-trip.blogspot.com/2013/01/pantai-pandawa-sang-perawan-di-bali.html di akses pada tanggal 5 Juli 2014
http://id.wikipedia.org/wiki/Pantai_Sanur di akses pada tanggal 5 Juli 2014
http://wisatabali2010.wordpress.com/pantai-sanur/ di akses pada tanggal 5 Juli 2014
http://www.rentalmobilbali.net/bedugul/ di akses pada tanggal 5 Juli 2014
http://warnawisata.com/bali/joger.html
di akses pada tanggal 5 Juli 2014
http://thearoengbinangproject.com di akses
pada tanggal 13 Juli 2014
Dari Wikipedia bahasa
Indonesia, ensiklopedia bebas Jalan Tol Bali Mandara diakses pada tanggal 13
Juli 2014
LAMPIRAN FOTO

Pantai Kuta

Museum Perjuangan Rakyat Bali/Bajra Sandi

Danau Bedugul

Pantai Pandawa

Pantai Sanur

Masjid Agung Ibnu Batutah (Puja Mandala)

Gereja Katolik Bunda Maria Segala Bangsa
(Pujamandala)

Wihara Budhina Guna (Puja Mandala)

Gereja Kristen Protestan Bukit Doa
(Pujamandala)

Pura Jagat Natha Nusa Dua(Pujamandala)

Pasar Seni Sukawati
Joger
Cening Bagus

Karang Kurnia

Pintu masuk
Istana Kepresidenan Tampak Siring

Jalan Tol tengah
laut/Tol Bali Mandara

0 komentar:
Posting Komentar