Komponen tubuh
manusia meliputi sel, jaringan, dan organ. Sel merupakan unit
terkecil penyusun tubuh manusia dan jumlahnya amat banyak. Kumpulan sel- sel
sejenis yang memiliki bentuk dan fungsi yang sama dalam tubuh makhluk hidup
akan membentuk jaringan. Dari jaringan–jaringan tersebut, akan terbentuk
kelompok jaringan yang bersatu menjalankan fungsi tertentu yang disebut dengan
istilah organ. Organ tubuh manusia ada banyak ragamnya, diantaranya adalah
jantung , paru-paru, hati, usus, lambung, dan ginjal. Organ tubuh manusia
merupakan komponen puncak dari komponen-komponen lainnya. Sehingga, organ tubuh
manusia memegang peranan yang lebih kompleks dan vital dibandingkan dengan komponen
tubuh yang lain. Jantung misalnya, jantung adalah alat atau organ
pemompa darah yang berfungsi menyediakan oksigen darah yang cukup dan dialirkan
ke seluruh tubuh, serta membersihkan tubuh dari sisa-sisa metabolisme
(karbondioksida). Untuk melaksanakan fungsi tersebut jantung mengumpulkan darah
yang kekurangan oksigen dari seluruh tubuh, lalu memompanya ke paru-paru dengan
cara darah pada jantung mengambil oksigen dan membuang karbondioksida. Dari
contoh organ tersebut, dapat dipahami bahwa cara kerjanya berkaitan
dengan satu cairan yang disebut darah.
Istilah
medis yang berkaitan dengan darah diawali dari katahemo atau hemato.
Kata ini berasal dari bahasa Yunani haima yaitu darah. Secara
umum darah adalah cairan yang terdapat pada semua makhluk hidup kecuali
tumbuhan tingkat tinggi yang berfungsi mengirimkan zat-zat dan
oksigen yang dibutuhkan oleh jaringan tubuh, mengangkut bahan-bahan kimia hasil
metabolisme, dan juga sebagai pertahanan tubuh terhadap virus atau bakteri. Darah
pada tubuh manusia mengandung 55% plasma darah (cairan darah) dan 45% sel-sel
darah (darah padat). Jumlah darah yang ada pada tubuh kita yaitu sekitar
sepertigabelas berat tubuh orang dewasa atau sekitar 4 sampai 5 liter.
Dengan
jumlah empat sampai lima liter itulah darah bekerja menjalankan fungsinya yaitu
sebagai alat pengangkut air, oksigen , dan sari makanan,
lalu menyebarkannya ke seluruh tubuh; sebagai alat pengangkut hasil
oksidasi untuk dibuang melalui alat ekskresi; sebagai alat pengangkut getah
hormon dari kelenjar buntu ; menjaga temperatur tubuh ; mencegah
infeksi dengan sel darah putih, antibodi dan sel darah beku; serta mengatur
keseimbangan asam basa tubuh.
Fungsi tersebut sangat esensial,
sehingga ketika tubuh kehilangan banyak darah, komponen tubuh yang lain akan
mengalami gangguan fungsi. Jika tubuh kehilangan banyak darah, organ tubuh
tidak akan mendapat pasokan darah yang cukup. Akibatnya kerja organ tubuh
tersebut tidak berjalan sebagaimana mestinya. Bahkan jika dibiarkan saja tanpa
dilakukan pertolongan,kemungkinan besar akan terjadi kematian. Oleh karena itu,
saat tubuh kehilangan terlalu banyak darah, perlu dilakukan suatu tindakan
nyata yaitu transfusi darah.
Proses pentrasferan darah atau
transfusi darah merupakan jalan keluar terakhir bagi pasien, jika pertolongan
melalui obat-obatan tidak bisa dilakukan lagi. Transfusi darah merupakan bagian
dari suatu kegiatan sosial yang kita kenal sebagai donor darah.
Menurut Wikipedia, donor darah adalah suatu kegiatan pemberian atau sumbangan
darah yang dilakukan oleh seseorang secara sengaja dan sukarela kepada siapa
saja yang membutuhkan transfusi darah. Ada kesinambungan antara
transfusi darah dengan donor darah. Transfusi darah merupakan proses pemindahan
darah dari orang yang sehat ke orang yang membutuhkannya, sedangkan donor darah
merupakan proses pengumpulan darah yang didapatkan dari transfusi darah.
Mendonorkan darah mungkin merupakan
hal yang berat bagi sebagian besar orang. Banyak orang yang sebetulnya memenuhi
syarat berdonor tetapi kurang memiliki keberanian atau mungkin malas untuk
berdonor. Namun, ada sebagian orang yang memiliki niat kuat untuk berdonor
terhambat karena tidak memenuhi syarat sebagai pendonor. Berikut syarat- syarat
seseorang yang diperbolehkan melakukan donor darah : a) umur berusia
antara 17-60 tahun ( usia 17 tahun diperbolehkan menjadi donor bila mendapat
izin tertulis dari orang tua); b) berat badan minimal 45 kg; c) temperatur
tubuh antara 36,6 – 37,5 derajat celcius; d) tekanan darah baik, yaitu sistole
= 110 – 160 mmHg, diastole = 70 – 100 mmHg; e) denyut nadi teratur yaitu
sekitar 50 – 100 kali/ menit; f) hemoglobin baik pria maupun wanita minimal
harus 12,5 gram; g) jumlah penyumbangan per tahun paling banyak 5 kali dengan
jarak penyumbangan sekurang-kurangnya 3 bulan. Keadaan ini harus sesuai dengan
keadaan umum pendonor.
Seseorang tidak boleh menjadi
pendonor pada keadaan (PMI, 2002) : 1) Pernah menderita hepatitis B,
tuberkulosis, sifilis, epilepsi dan sering kejang; 2) ketergantungan obat,
alkoholisme akut dan kronik; 3) dalam jangka waktu 1 tahun setelah operasi
besar, sesudah injeksi terakhir imunisasi rabies terapeutik, atau sesudah transplantasi
kulit; 4) dalam jangka waktu 6 bulan sesudah kontak erat dengan penderita
hepatitis, sesudah transfusi, sesudah tattoo/tindik telinga, sesudah
persalinan, atau sesudah operasi kecil; 5) dalam jangka waktu 2 minggu sesudah
vaksinasi virus hidup parotitis, measles, tetanus toksoid; 6) sedang hamil atau
menyusui; 7) dalam jangka waktu 72 jam sesudah operasi gigi dan 24 jam setelah
vaksinasi polio, influenza, kolera, tetanus difteri; 8) dalam jangka waktu 24
jam sesudah menderita penyakit kulit pada vena (pembuluh darah balik) yang akan
ditusuk; 9) mempunyai kecenderungan perdarahan atau penyakit darah, misalnya,
defisiensi G6PD, thalasemia, polibetemiavera; 10) seseorang yang termasuk
kelompok masyarakat yang mempunyai resiko tinggi untuk mendapatkan HIV/AIDS ;
serta pengidap HIV/ AIDS menurut hasil pemeriksaan pada saat donor darah.
Sebagaimana prosedur medis lainnya, pada donor darah juga dapat timbul efek samping seperti pusing-pusing,mual dan badan lemas. Walaupun demikian, efek samping tersebut relatif jarang terjadi dan seandainya terjadi pun dapat diobati dengan istirahat yang cukup. Selain itu, petugas yang mendampingi pendonor darah sudah terlatih untuk mengatasinya.
Sebagaimana prosedur medis lainnya, pada donor darah juga dapat timbul efek samping seperti pusing-pusing,mual dan badan lemas. Walaupun demikian, efek samping tersebut relatif jarang terjadi dan seandainya terjadi pun dapat diobati dengan istirahat yang cukup. Selain itu, petugas yang mendampingi pendonor darah sudah terlatih untuk mengatasinya.
Apabila masyarakat Indonesia ingin
mendonorkan darahnya, tempat yang bisa dituju antara lain PMI (Palang Merah
Indonesia) , gerai Unit Donor Darah yang tersebar di beberapa tempat, atau bisa
juga hadir pada acara-acara donor darah massal yang diselenggarakan oleh
instansi-instansi tertentu di bawah lisensi PMI. Bahkan saat ini banyak
terbentuk komunitas-komunitas pendukung donor darah, baik komunitas biasa
maupun komunitas on line yang bisa menjadi jembatan penyalur donoran darah,
tanpa unsur komersial.
Berkaitan dengan donor darah, banyak
orang yang bertanya-tanya; apa sebenarnya keuntungan dari donor darah? Hal ini
mungkin menjadi sebab inti seseorang ragu untuk berdonor. Karena oleh sebagian
masyarakat berdonor itu tidak lebih dari menyumbangkan darah dan sesudahnya
hanya mendapat rasa sakit, atau lebih parah lagi sebagian orang
beranggapan bahwa manfaat donor darah hanya dirasakan oleh penerima
donor darah (resipien) saja. Jika mereka tahu manfaat luar biasa yang bisa
didapatkan oleh pendonor, barangkali mereka akan lebih tergugah untuk
menyumbangkan setetes darah mereka. Beberapa manfaat donor darah bagi kesehatan
pendonor antara lain:
1. Mengurangi risiko penyakit
jantung. Penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi kadar zat besi di
dalam tubuh, akan memicu timbulnya penyakit jantung. Melakukan donor darah akan
mengurangi akumulasi zat besi dalam tubuh . Secara tidak langsung, hal
ini akan membuat tubuh pendonor lebih sehat dan bugar.
Jika donor darah rutin dilakukan, risisko penyakit jantung dapat diminimalisasi
hingga 30%.
2. Meningkatkan produksi sel darah merah.
Dengan melakukan donor darah, sel darah merah di tubuh pendonor akan
dikeluarkan. Untuk mengganti sel darah merah yang hilang, tubuh akan
memproduksi kembali sel darah merah. Sehingga produksi sel darah merah di dalam
tubuh meningkat dan membuat darah di dalam tubuh pendonor lebih segar.
3. Membakar kalori dalam tubuh. Donor
darah bisa dijadikan sebagai sarana menurunkan berat badan. Penelitian telah
membuktikan bahwa dengan mendonorkan darah 450 ml, kolesterol tubuh akan
berkurang sebanyak 650 kkal.
Disamping keuntungan bagi pendonor,
bagi resipien, donor darah juga mendatangkan manfaat yang amat besar. Dikala
seseorang sakit seperti mengalami penyakit yang menyebabkan terjadinya
perdarahan, maka orang tersebut amat memerlukan transfusi darah. Transfusi
darah juga diperlukan bagi penderita penyakit yang disebabkan oleh kerusakan
sel darah dalam jumlah besar, misal anemia hemolitik atau trombositopenia ;bagi
seseorang yang mengalami kecelakaan; dan bagi penderita penyakit sumsum tulang
yang menyebabkan produksi sel darah terganggu.
Saat ini banyak kasus- kasus
kesehatan yang berkaitan dengan transfusi darah, belum bisa teratasi
dengan baik. Sebagai contoh adalah kasus yang terjadi pada salah
satu warga Desa Padang Pangrapat, Kecamatan Tanah Grogot, Kabupaten Paser,
Kalimantan Timur yang bernama Tiono. Tiono merupakan salah satu
penderita anemia yang saat itu membutuhkan transfusi darah sebanyak 9 kantong.
Namun, karena persediaan darah golongan B di Unit Transfusi Darah (UTD) Palang
Merah Indonesia Kabupaten Paser habis, maka nyawa Tiono tidak tertolong. Hal
ini tidak akan terjadi jika saja PMI atau rumah sakit setempat memiliki
persediaan donoran darah yang banyak. Namun, tidak tepat jika kita
menyalahkan PMI atau rumah sakit. Karena PMI akan memiliki persediaan donoran
darah yang banyak,jika banyak pula masyarakat yang berdonor.
Sebenarnya tidaklah merugi orang –
orang yang berdonor darah. Disamping mereka mendapatkan manfaat bagi kesehatan
mereka, mereka juga akan mendapatkan balas jasa dari Sang Maha Kuasa karena
telah menolong sesamanya. Selain itu, donor darah merupakan
investasi kehidupan yang bisa diambil sewaktu-waktu. Karena kita pun tidak
pernah tahu bila ternyata suatu saat kita akan memerlukan banyak transfusi
darah . Setidaknya dengan berdonor, kita sudah ikut menyumbangkaan sedikit
darah yang kelak menjadi simpanan bagi kita ketika kita membutuhkannya.
Donor darah adalah asset masa depan
yang peranannya amat esensial. Oleh karena itu, melalui uraian tersebut
diharapkan kesadaran masyarakat akan pentingnya donor darah meningkat. Karena
setetes darah adalah seteguk kehidupan. Seteguk air mungkin tidak akan
menghilangkan dahaga, tetapi seteguk kehidupan adalah anugerah luar biasa yang
diberikan Tuhan kepada hamba-Nya.
Sumber
Referensi
Cleanthink.
2013. Contoh Artikel. (http://cleanthink.blogspot.com/2013/02/contoh-artikel.html).
diakses pada hari sabtu, 18 Oktober 2014
Ksrpmiunhas.
Donor. (http://www.ksrpmiunhas.or.id/p/donor.html).
Diakses pada hari sabtu, 18 Oktober 2014
Readersdigest.
Donor Darah Gaya Hidup Pilihan. (http://www.readersdigest.co.id/sehat/info.medis/donor.darah.gaya.hidup.pilihan/005/001/94).
Diakses pada hari sabtu, 18 Oktober 2014
Ruangdosen.
2008. Teknik Penulisan Artikel. (http://ruangdosen.wordpress.com/2008/09/05/teknik-penulisan-artikel/).
Diakses pada hari sabtu, 18 Oktober 2014
.jpg)
0 komentar:
Posting Komentar